U-Kiss Series [Alexander – Part 3 End]

Posted: 26 September 2010 in Fans Fiction, U-Kiss
Tags: ,

Title: Lovely Neighbor

Author: Cho Sunghee a.k.a Summer

Casts: Alexander Lee Eusebio (U-Kiss), Shin Hyoyoo, Kang Chaesil

Genre: friendship, romantic, comedy(?)

Rating: T

Length: Series

Last Part: Part 1, Part 2

Last Part dari Alexander, bagaimana kelanjutan kisahnya dengan Hyoyoo??




Xander POV

Hari demi hari (cielaah bahasanya XD), aku makin menyukai Hyoyoo. Dia yang lemah lembut, dia yang baik hati, dia yang cantik, dia yang dewasa, membuat hatiku makin terpaut dengannya. Dan sekarang, aku lebih mengakrabkan diri dengannya, atau kalian mau gampangnya, aku lagi PDKT (emang ada istilah PDKT di korea?).

“Xander-ah. Kau tidak kuliah?” tanya Hyoyoo saat menemukanku didepan tv. Aku menggeleng malas, aku malas sekali kuliah.

Hyoyoo menarikku bangkit lalu mendorongku kearah kamar. “Kau tidak boleh bolos, Alexander.” serunya sebelum menutup pintu kamarku. Lantas aku bersiap untuk pergi.

Kami berangkat dengan mobilku. Sebenarnya, kita satu universitas, tapi beda bidang (aku ga ngerti tentang perkuliahan, jadi mian kalo ngaco!). Dan kami memang sering berangkat bersama. Karena member lain beda uniersitas, jadi aku hanya berangkat berdua dengan Hyoyoo (cieeee, prikitiw ^_^).

Saat pulang, aku mengajak Hyoyoo mampir sebentar ke cafe favoritku. Dan seperti biasa, aku menyamar. Hyoyoo cekikikan melihatku. Em, ada apa?

“Tidak aman jalan denganmu, harus ekstra hati-hati.” Hyoyoo bergumam tidak jelas. Aku memusatkan perhatianmu pada secangkir coklat panas dihadapanku untuk menghangatkan sore ini yang meman gagak dingin.

“Sebentar lagi musim panas, tapi kok masih dingin-dingin saja ya?” keluhku sambil merapatkan jaket. Hyoyoo menggosokkan kedua tangannya, sepertinya dia juga kedinginan. Tanpa berpikir dua kali, aku memakaikan jaketku padanya. Ia tercengang.

“Xander-ah, bagaimana dengamu?” tanyanya cemas.

“Aku kan namja, harus tahan dingin!” (sombong banget sih lo…)

“Bukan itu maksudku, bagaimana dengan penyamaranmu?” o iya ya, kan ceritanya aku lagi nyamar gitu, kenapa malah aku sendiri yang menggagalkan penyamaran, Xander babo (emang)!

“Gwaenchana, yang penting kau tidak kedinginan.” huahaha, pintar sekali aku mengucapkannya, mukanya langsung memerah.

“Gomawo.” kami terdiam sejenak, sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Hyoyoo-ah..” panggilku lirih, “Would you stay with me everytime, everyday, and everywhere?” akhirnya, kata-kata itu keluar juga (sok inggris lo!).

“Gomawo, Xander-ah.” jawab Hyoyoo tersipu, aku hanya tersenyum nakal kearahnya.

Hyoyoo POV

Sudah sebulan aku berpacaran dengan Xander. Ternyata ia memiliki perasaan yang sama denganku. Aku jadi makin semangat mengurus U-Kiss, apalagi Xander!

Hari ini ia mengajakku keliling Seoul. Dan sekarang, kami tengah beristirahat disebuah cafe yang lumayan sepi.

“Ahh.., ini baru namanya cafe.” komentar Xander setelah melepas kacamatanya.

“Kau suka?” tanyaku, ia mengangguk mengiyakan. Aku tersenyum lalu kembali memainkan sedotan.

Naega geureoke-reoke manmanhani
Sarangi geureoke neon manmanhani
Nawaye chueogi neon manmanhani
Geureoke modeunge da manmanhani

Ponsel Xander berbunyi. “Yeoboseyo?”

Xander POV

“Yeoboseyo?”

“Oppa!”

“Chaesil-ah?”

“Hebat! Oppa bisa menghafal suaraku!”

“Tentu saja! Apa kabar?”

“Baik dong! Oppa sendiri?”

“Dalam keadaan baikkkk banget!”

“Oppa, mampir dong! Bogoshippeo…”

“Chaesil-ah, oppa juga kangen padamu.”

“Oppa, mampir!” Chaesil tetap memaksaku untuk menjenguknya.

“Baiklah, aku akan kesana sekarang.” aku memasukkan ponselku ke saku celana, dan aku menoleh. Hyoyoo memasang tampang jutek, seperti meminta penjelasan sejelas-jelasnya dariku (harus jelas loh!).

“Kau mau menjenguk seseorang, kau ikut?” tanyaku.

“Aku mau pulang.” Hyoyoo pergi meninggalkanku. Sebelum dia membuka pintu cafe, aku berhasil meraih tangannya.

“Hyoyoo-ah….” pintaku memasang tampang memelas (kacian deh). Ia menatapku lalu mendesah.

“Baiklah.” sangking senangnya aku menarik Hyoyoo menuju tempat mobilku terparkir. Beberapa pejalan kaki terkejut melihat seorang Alexander U-KISS menggandeng seorang yeoja yang cantik (huahahahaha)!

Diperjalanan, Hyoyoo menatapku yang terus senyam-senyum dari tadi. “Waeyo?” tanyaku tanpa rasa bersalah.

“Siapa yang akan kita jenguk?” tanyanya datar.

Chaesil-ah, yeoja yang unik menurutku. Dia beda dua tahun denganku. Ia mengidap penyakit yang belum ditemukan obatnya sampai sekarang, jadi ia sekarang tinggal di asrama rumah sakit (ngarang banget). Dulu, sebelum aku sesibuk ini, aku pasti selalu menjenguknya.

“Xander-ah!” aku tersentak, aku nyengir pada Hyoyoo lalu menjelaskan sejelas-jelasnya pada Hyoyoo mengenai Chaesil. Ia terdiam, entah menyimak atau sibuk dengan pikirannya sendiri.

Satu jam perjalanan, akhirnya kami sampai dirumah sakit. Aku membukakan pintu mobil untuk Hyoyoo lalu kugenggam tangannya.

“Chaesil-ah!”

Hyoyoo POV

Xander melepaskan tanganku dan berlari ke arah yeoja yang sedang duduk dikasurnya. Aku merasakan sakit yang dalam. Apa ini? Aku cemburu (jeles, XD) ?

Yeoja yang bernama Chaesil itu menatapku lalu tersenyum. “Oppa, dia yeojachingu-mu?” tanyanya menggoda, Xander menoleh padaku dan sepertinya ia kaget. Ia sepertinya baru menyadari aku ada disini.

“Annyeong, Chaesil-ssi!” sapaku sambil tersenyum manis. Ia terlihat girang.

“Omona.., neomu yeppeo. Oppa, bagaimana bisa?” tanyanya tidak percaya.

“Oppa gitu loh!” (dengan gaya ala temon)

“Annyeong, unnie .., em” Chaesil kebingungan, oh iya, aku lupa menyebutkan namaku.

“Kau bisa panggil aku Hyoyoo, Chaesil.” seruku. Aku mendekat kearah kasur. Xander yang duduk dibawah hanya memain-mainkan rambut Chaesil. Ia tidak memperhatikanku sama sekali.

Selama tiga jam (what!?) aku terdiam memperhatikan Xander dan Chaesil. Berkali-kali Chaesil mengajakku ngobrol atau apalah, tapi Xander selalu mengalihkan perhatian. Seakan Xander hanya ingin Chaesil memperhatikannya, bukan memperhatikanku.

“Xander, ayo pulang.” kataku setelah melirik jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Nanti member lain akan kelaparan kalau kami tidak cepat-cepat pulang.

“Nanti dulu…” ucap Xander yang pandangannya terpusat pada ponselnya. Ia tengah main game di ponselnya dengan Chaesil.

“Xander-ah, Kevin sudah mengirimku pesan. Ayo pulang!” ajakku beberapa saat kemudian, Kevin mengirim pesan minta aku dan Xander cepat pulang.

“Nanti dulu ah! Bisa diem gak sih!?” mwo!? Xander membentakku. Xander kembali pada aktivitasnya, namun ia langsung menoleh padaku. Ia baru menyadari kesalahannya.

“Chaesil-ah, unnie pulang dulu. Annyeong.” ucapku lirih, aku berlari keluar sambil membekap mulutku agar tidak menangis. Tapi, tetap saja air mataku mengalir.

“Hyoyoo-ah!” Xander memanggilku, aku mempercepat lariku, agar tidak tergapai oleh Xander. Tanpa sadar aku berlari menyebrang, ketika aku hendak menginjakkan kaki ke jalan raya, Xander menarikku.

Sebuah mobil melintas tepat dihadapanku. Kalau Xander tidak menarikku tadi, mungkin aku sudah tertabrak. “Hyoyoo-ah, tadi itu bahaya!” tegur Xander cemas. Ia menarikku lalu memelukku. Aku berusaha membrontak, namun pelukan Xander lebih kuat. Aku pun menangis sambil memukul-mukul dada Xander.

“Untuk apa kau mengejarku, hah!? Urus sana Chaesil-mu!” teriakku masih menangis. Xander terus memelukku tanpa menjawab.

“Mianhae, Hyoyoo-ah..”

“Pergi kau!”

“Mian, aku hanya mencintaimu. Aku tidak akan begini lagi.”

“Tadi kau membentakku.” seruku, aku lemas, sudah tidak kuat lagi untuk berdiri. Tiba-tiba tubuhku seperti melayang, terdengar samar-samar suara Xander memanggilku, lalu semuanya gelap.

Author POV

Xander langsung membawa Hyoyoo masuk lagi ke rumah sakit. Ia pingsan tiba-tiba. Mungkin ia kelelahan karena seharian jalan-jalan dengan Xander. Apalagi kejadian tadi yang membuat hatinya sakit.

“Hyoyoo-ah…” panggil Xander begitu Hyoyoo sudah berada diruang perawatan. Kata dokter, Hyoyoo tidak apa-apa. Hanya syok. “Mian, jeongmal mianhae, Hyoyoo-ah…” lanjutnya.

Xander meraih jemari Hyoyoo, lalu menggenggamnya erat. “Hyoyoo-ah…, mianhae..” perlahan mata Hyoyoo terbuka. Ia berkedip sebentar lalu menoleh pada Xander yang belum menyadari dia sudah siuman. “Hyoyoo-ah, saranghaeyo…” ucap Xander lirih.

“Na do, Xander-ah.” Xander teperajat, Hyoyoo membala perkataannya. Ia langsung menatap Hyoyoo cemas.

“Gwaenchana?” Hyoyoo mengangguk lemas.

“NOONA!” seruan kompak itu, adalah Soohyun, Kibum, Kiseop, Eli, Kevin, dan Dongho. Mereka dihubungi Xander tadi.

“Noona, gwaenchana?” tanya Kevin. Hyoyoo hanya tersenyum untuk memastikan dia tidak kenapa-napa.

“Syukurlah…” Soohyun menghembuskan nafas lega.

“Semua ini berkat, namjachingu-ku.” ujar Hyoyoo. Xander terperajat.

“Hyunggg….!” lagi-lagi mereka berseru kompak, Xander hanya nyengir lalu tertawa. (Awas kemasukan lalat)

+ + +

“Semuanya, ayo makan!” seru Hyoyoo sambil meletakkan piring di meja makan. Yang lain langsung menghampiri meja makan.

“Wah, bulgogi!” seru Dongho bersemangat.

Jengjeng, THIS IS IT, BULGOGI ALA, CHEF HYOYOO (jiplak acara Ala Chef-nya Farah Queen)

_THE END_

HORAAAYYY!!!!!!!!!! Akhirnya selesai juga part-nya Xander. Mian kalo ada yang bikin ga enak di hati para reader (namanya juga bikinan manusia). Mian juga kalo kesannya aku sebel ama Alexander. Jadi masalahnya, tadi itu aku udah ngetik, udah hampir selesai, eh pas loading, tiba-tiba ilang weh itu lanjutan, jadi harus ngulang dari awal. Ceritanya bagusan yang awal, dari pada yang ini. Mian, hehe *curhat

Gomawo buat yang udah mau baca! Kita lanjut ke SOOHYUN, oce!?

Advertisements
Comments
  1. nurul says:

    i want to eat the food
    jeballl
    annyeonghaseyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s