U-Kiss Series [Alexander – Part 2]

Posted: 25 September 2010 in Fans Fiction, U-Kiss
Tags: ,

Title: Lovely Neighbor

Author: Cho Sunghee a.k.a Summer

Casts: Alexander Lee Eusebio (U-Kiss), Shin Hyoyoo, Kim Kiekyo

Genre: friendship, romantic, comedy

Rating: T

Length: Series

Lanjutan dari part Alexander si sulung (di U-Kiss maksudnya). Cekidot ^^


“XANDEEEEEEEEEERRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!!” ia berlari kearahku dan langsung memelukku. Apa benar aku akan gepeng seperti kata Dongho?

“Yeeeeyyyyy!!! Hyung, gepeng!!!!!!” seru Dongho sambil bertepuk tangan, member lainnya malah mengikuti, kujitak kepala mereka satu-satu (emang bisa kamu? *author ngejek xander).

“Dongho-ah!!” sepertinya Dongho kena karma, soalnya ia juga gepeng dipeluk Kiekyo. Huahahaha, puasss!

“Kiekyo noona, aku gak bisa napass!!!” seru Dongho sambil berakting sesak napas. Beberapa penonton adegan ini berteriak histeris takut Dongho mati (jangaaaannn!!!!!!!!!!).

“Ups, mianhae, Dongho-ah. Aku kangen sekali padamu,” serunya dengan tampang bersa-lah.

“Liburan, Kiekyo-ah?” tanya Kevin. Kiekyo menjawab dengan anggukan.

“Ijinkan aku menginap sementara di rumahmu, Xander-ah. Kumohonn…” pinta Kiekyo seraya menarik-narik lengan bajuku.

“Aku tinggal di dorm sekarang. Dengan mereka.”

“Kau? Di dorm? Dengan mereka?!” Kiekyo tersenyum girang, “Kalau begitu aku tinggal di dorm kalian saja!”

“MWO!?” teriakku dan yang lain berbarengan. Kiekyo hanya mengangguk-angguk senang (kok kayak burung pelatuk ya? /pletak! Aku dilempar sendal ama Kiekyo ^^).

“Kiekyo-ah, tidak ada kamar lagi di dorm kita.” ujar Kibum si bijak, huehehehehe.

“Sepertinya kita bisa menitipkannya pada Hyoyoo noona. Dia kan punya banyak kamar kosong.” usul Soohyun.

“Hyoyoo? Siapa dia?” tanya Kiekyo penuh curiga.

“Ah, tidak! Ayo kita pulang.” ajakku sambil menarik tangan Kiekyo, agar dia tidak bertanya lagi. Kami pun pulang.

Sesampainya di dorm, Kevin langsung memencet bell dorm Hyoyoo. Aku dan yang lainnya masuk ke dorm kami. Biar Kevin saja yang memanggilnya.

“Wah, dorm kalian bersih sekali!” puji Kiekyo setelah meletakkan tasnya di sofa. Memang bersih, sepertinya Hyoyoo membereskannya saat kami pergi tadi. Saat Kevin kembali ia tidak bersama Hyoyoo.

“Noona tidak ada.” ujarnya, kami langsung panik. Kemana dia?

“Kalian sudah pulang?” suara itu tiba-tiba muncul dari kamar Dongho. Seorang yeoja keluar membawa sapu. Kok penampilannya seperti pembantu?

“Noona! Kami mencarimu!” Kevin langsung menghampirinya. Mungkin kalau Hyoyoo benar-benar noona-nya, pasti ia langsung memeluknya (untung enggak^^).

“Siapa dia?” tanya Kiekyo ketus. Kami semua menoleh padanya. Tangannya sudah dilipat dan wajahnya benar-benar tidak menyenangkan.

“Dia Hyoyoo, tetangga sebelah kami.” aku mulai menjelaskan, Kiekyo sepertinya tidak terima.

“Kalian seenaknya membiarkan yeoja ini didalam dorm kalian? Apa kalian semua sudah gila?” aku ingin sekali memarahinya, pasti Hyoyoo sakit hati sekali.

“Dengar dulu!” bantahku tegas. “Manager kami menyuruhnya untuk menjaga kami. Karena kehidupan kami saat di dorm sangat tidak baik, jadi dia memanggil Hyoyoo untuk mengasuh kami.” jelasku sambil memasang tampang bete. Tiba-tiba Kiekyo menghentakkan kakinya, ia marah.

“Kalian kenapa tidak membantahnya?! Kenapa kalian tidak memanggilku?! Aku bisa datang kesini dan mengurus kalian!” serunya tidak terima, Hyoyoo sudah ingin pergi agar Kiekyo tidak marah lagi. Namun aku menarik tangannya.

“Diam, Kiekyo-ah.” tegurku menahan marah, “Kau tidak tahu masalahnya.” Kevin yang mengerti situasi langsung mengajak Hyoyoo duduk dan mengajak Kiekyo ikut bersamanya. Tanpa melanjutkan pertengkaran, kami makan es krim sama-sama.

Amarahku sudah mulai reda dan aku sedikit memberikan lelucon agar Hyoyoo tertawa, sepertinya ia sudah tidak sedih lagi. Kevin dan yang lainnya mengikuti tingkahku. Dan yang paling membuat kami tertawa adalah Dongho. Ia perang es krim dengan Eli (inget ga waktu Eli ngasih salju ke muka Dongho?), lanjutan perang saljunya waktu di variety show. Muka Dongho jadi kotor karena es krim yang numpang hinggap dimukanya.

Saat aku menoleh ke Kiekyo, ia terlihat masih bete dan tidak ikut memakan es krim. Ia malah pergi dari meja makan dan beralih ke depan tv. Aku pun menghampirinya, lalu duduk disampingnya.

“Kau marah?” tanyaku lembut, ia masih saja memindah-mindahkan channel tv.

“Anni.” jawabnya pendek.

“Lalu?”

“Aku akan kembali besok.” ia mengangkat tasnya lalu pergi keluar dorm kami. Dongsaeng-dongsaengku serta Hyoyoo keheranan melihat Kiekyo pergi. Aku berlari lalu menarik tangannya.

“Kau mau kemana?” tanyaku cemas, dia kan sahabatku.

“Aku mau ke rumah eomma,”

“Kau mau ke Gwangju? Sekarang?” tanyaku heran, itu jauh.

“Terserah aku, ini bukan urusanmu.” ujar Kiekyo dingin seraya menepiskan genggamanku dari tangannya. Iapun pergi meninggalkan dorm.

Hyoyoo POV

Aku kaget sekali saat teman Xander marah-marah karenaku. Sebenarnya aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin menjaga kawan-kawanku, itu saja.

Saat yeoja yang bernama Kiekyo itu pergi meninggalkan dorm, aku langsung berlari menyusulnya. “Kiekyo-ssi!” panggilku, ia berhenti lalu menatapku sinis.

“Mau apa kau?” tanyanya dingin.

“Kau tinggal saja di dorm-ku. Ada kamar kosong.” tawarku padanya, ia tersenyum meremehkan saat mendengarnya.

“Hyoyoo-ssi, jeongmal mianhae. Aku tidak bisa tinggal denganmu.” ia pergi memasuki lift. Aku menariknya keluar dari lift.

“Ya! Lepaskan aku!” protesnya, aku tetap menariknya ke dorm ku. Dan akhirnya kami sudah berada di dorm. “Aku tidak mau tinggal denganmu!” teriak Kiekyo geram, anak-anak U-Kiss datang berbondong-bondong.

“Kiekyo-ah, lebih baik kau tinggal dengannya.” Xander ikut nimbrung.

“Kiekyo-ssi,” pintaku sekali lagi. Ia mendesah panjang.

“Baiklah.” kami sama-sama menghembuskan napas lega. “Tapi, aku juga ingin mengurus sahabat-sahabatku. Kau tidak usah mengurus mereka, biar aku saja.” terdengar desahan protes. Kevin langsung mencak-mencak (bahasa apa tuh?) didepan Kiekyo.

“Ya! Noona juga harus ikut mengurus kami! Jangan egois!” protesnya kesal.

“Terserah kalian lah! Aku mau tidur.” Kiekyo mengangkat tasnya. “Dimana kamarku?” tanyanya.

Aku menunjuk kamar disebelah kamarku, ia pergi meninggalkan kami yang kesal padanya. Tiba-tiba Xander menghampiriku, “Maafkan kelakuan Kiekyo. Dia memang begitu.” jantungku berdetak tidak keruan, ada apa denganku?

Soohyun mengajak kami semua makan diluar. Saat aku hendak mengetuk pintu kamar Kiekyo, ia sudah membuka pintu. “Waeyo?” tanyanya kaget.

“Kau mau ikut makan bersama kami? Soohyun mengajak makan diluar.” tawarku sambil memasang senyum paling manis sedunia (narsis).

“Oke. Aku ganti baju dulu.” ia menutup pintu dengan kasar. Aku melangkah ke kamarku untuk ganti baju juga. Heh! Jangan ngintip!

+ + +

Sepertinya Kiekyo mulai terbiasa dengan suasana kami. Ia jadi tidak sewot lagi dan sering membantuku memasak. Kadang ia juga membantuku membereskan dorm U-Kiss.

Sayangnya, hari ini ia harus kembali ke Kairo. Masa liburannya sudah selesai. Kami semua mengantarnya ke bandara.

“Hyoyoo-ssi, gomawo.” ucapnya sambil tersenyum. Mulanya aku kaget, namun aku mengangguk cepat.

“Chingu, aku pergi dulu! Annyeong!” serunya, lalu ia berlari meninggalkan kami sambil melambaikan tangan. Sepertinya dia memang sahabat-sahabat baik U-Kiss.

TE-BE-CE ^^

Masih ada lanjutannya. Tunggu sajoh! Jangan lupa komen, bilang aja kalo ga rame ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s