Oppareul Saranghae! [Part 2-end]

Posted: 25 September 2010 in Fans Fiction, SNSD, super junior
Tags: , , , ,

Author: Cho Sunghee a.k.a Summer

Casts: Sungmin Super Junior, Sunny SNSD, and other suju+snsd member

Length: ternyata twoshoot

Genre: friendship, romantic, entertaiment

OST: Super Junior – Neorago,

lanjutan kemaren yeuh.., aduh kayaknya pada ga suka yahh? liat yang bca kyknya dkit. Tapi aku berterimakasih banget buat chingu yang udah berniat baca ff ini. Aku sendiri ngerasa kayak kurang rame gitu (kepedeanku down), ini lanjutannya aku harap kalian ga kecewa!! ^^

Sunkyu POV

“Dia sepertinya kemari.” aku mengangkat kepala dan menatapnya.

“Siapa?”

“Sungmin-ah.” aku terperajat.

+ + +

Aku menjadi gugup saat melangkah menuju stage. Bukan karena banyak orang yang menonton, tapi karena Yesung oppa mengatakan bahwa Sungmin oppa datang untuk menonton.

Kuberanikan diri melihat ke bangku penonton. Aku tertegun, tertegun untuk kesekian kalinya karena aku melihatnya lagi. Ia melihat kearahku, KEARAHKU!?

Ia tersenyum padaku, lalu aku membalasnya dengan anggukan. Lalu aku melancarkan performance-ku, tapi aku tidak bisa fokus saat menyanyi. Disaat bagianku aku pasti melihat atau menunjuknya. Sekedar untuk menyenangkan hati penonton dan dia.

Oh! Oh! Oh! Oh! Oppareul saranghae
Ah! Ah! Ah! Ah! Mani mani hae
Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oppareul saranghae
Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Mani mani hae
Tto babo gateun mal punnya
Oh! Oh! Oh! Oh!
Ah! Ah! Ah! Ah!
Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oppareul saranghae
Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Mani mani hae
Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oh! Oppareul saranghae
Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Ah! Mani mani Oh!

Saat kami selesai menyanyikan lagu Oh, aku langsung meletakkan tanganku dipinggir bibir untuk membentuk sebuah bulatan lalu aku berkata, “OPPA! Saranghaeyo!” member lain terkejut, terkejut melihat tindakanku yang diluar dugaan. Sungmin oppa juga terkejut (kelihatannya) ia tersenyum padaku lalu melihat kearah lain. Penonton bersorak karena tindakanku yang konyol itu.

“Ya! Sunkyu-ah, siapa yang suruh kau mengatakan itu?” tanya Sica unnie saat kami dalam perjalanan kembali ke ruangan kami.

“Sunkyu unnie, apa ada penonton yang spesial tadi?” kali ini Sooyoung yang bertanya.

“Aku lihat mata unnie selalu tertuju pada satu arah. Yang unnie lihat, namja kan?” desak Hyoyeon ikut-ikutan.

“Ahh, siapa bilang! Aku hanya ingin mengucapkannya dan tidak bermaksud untuk mengatakannya pada seseorang. Aku hanya ingin meramaikan suasana saja kok!” bantahku, pasti sekarang mukaku sudah merah. Taeyeon unnie tertawa melihatku.

“Pasti Sungmin oppa-mu itu kan? Aku melihatnya.” goda Taeyeon seraya melewatiku. Spontan, member lain langsung ribut sambil menatapku.

“Wah, Sunkyu unnie ada yang punya!” seru Yoona sambil menyikutku. Daripada aku terus diserang dengan kata-kata mereka, aku pergi meninggalkan ruangan dengan muka merah. Sangking malunya, aku sampai menabrak seorang namja.

“Ah, jeongmal mianhae.” seruku sambil menunduk lalu melangkah lagi. Namun lenganku diraih oleh seseorang.

“Sunkyu-ah.” suara itu, Sungmin oppa?!

Aku memberanikan diri mengangkat kepala. Dugaanku benar, yang menahanku adalah Sungmin oppa. Ia sedang bersama Yesung oppa dan salah satu namja lagi yang tak aku kenal.

“Oppa, kenapa kau ada disini?”

“Aku disuruh hyung kesini,” jawabnya setelah melepas genggamannya dari lenganku.

“Sunkyu-ah, benar kan kataku?” Yesung oppa melirik kepada Sungmin oppa sambil tersenyum lebar. Aku hanya tertawa.

“Benar apanya?” tanya Sungmin oppa tiba-tiba. Yesung oppa langsung panik.

“Ah! Tidak. Itu rahasia kami berdua, iya kan, Sunkyu-ah?” Yesung oppa meminta persetujuanku, aku hanya mengangguk.

“Sunkyu-ah!” aku menoleh, Taeyeon unnie berlari menghampiriku.

“Waeyo, unnie?” tanyaku sementara Taeyeon unnie mengatur nafas.

“Kenapa kabur gak ngajak-ngajak, hah?! Member lain ketawa ngeliat kamu kabur gitu aja!” ujar Taeyeon unnie sambil tersenyum. Lalu ia melihat ketiga namja didepanku.

“Ah, annyeong haseyo, Yesung sunbae. Dan kau pasti oppa-nya Sunkyu, ya?” aku terperajat, lagi-lagi Taeyeon unnie membuatku susah.

Sungmin hanya mengangguk. Lalu Taeyeon unnie melirik kesebelah Yesung oppa. Cowok yang sedari tadi memberiku tanda tanya, dia siapa?

“Ah, Donghae oppa!” serunya lalu memeluk namja itu. Aku kebingungan sedangkan Yesung dan Sungmin oppa hanya tersenyum memerhatikan.

“Taeyeon, bagaimana kabarmu?” tanya namja yang bernama Donghae itu setelah Taeyeon unnie melepas pelukannya.

“Baik. Oppa kenapa bisa disini?” tanya Taeyeon unnie sambil terus mengenggam tangan Donghae.

“Aku akan menjadi penari latar-nya Yesung hyung, bersama Eunhyuk, Shindong, dan Kyuhyun.” jelasnya yang sejak tadi senyummmm terus.

“Mereka?!” Taeyeon semakin girang, aku semakin bingung dibuatnya. Beberapa saat kemudian Taeyeon unnie baru menyadari keberadaan diriku, Yesung oppa, dan Sungmin oppa.

“Eh, Sunkyu-ah. Dia sepupuku. Lee Donghae.” aku mengangguk lalu menyebutkan namaku.

“Lee Sunkyu imnida.”

Sungmin POV

Arrrgggghhhhh, aku gak bisa tidur! Yang ada dipikiranku hanya wajah imutnya Sunkyu saat mengatakan ‘Oppa! Saranghaeyo!’ tadi malam. Apakah dia mengatakannya padaku atau hanya untuk meramaikan suasana?

Aku benar-benar pusing sekarang. Aku meraih jam tanganku yang berada di meja. Masih jam 11 malam. Aku berharap aku bisa tidur sekarang. Aku mencari ponselku dan setelah aku temukan, aku menelepon Yesung hyung.

“Yeoboseyo?” Yesung hyung terdengar sangat mengantuk.

“Hyung, kau sedang tidur ya?” tanyaku dengan rasa bersalah.

“Ya! Jelas saja aku sedang tidur, ini kan sudah malam!”

“Ya sudah, mianhae sudah mengganggumu hyung.”

“Gwaenchana.” lalu telepon kumatikan. Aku tiduran sambil menatap ke langit-langit kamarku. Terngiang ucapan Sunkyu yang menyuruhku mengingat sesuatu.

“Apa yang aku lupakan, Sunkyu-ah?” aku mulai ngomong sendiri.

Oh nan, geu nuga nuga mworaedo naneun sangwan eopdago
Geu nuga nuga yokhaedo neoman bara bondago
Na dashi taeeonandaedo ojik neo ppunirado
(Tic toc tic toc) Shigani heulleodo

Aku langsung mengambil ponselku. Yesung hyung?!

“Ya! SUNGMIN-AH!” dia berteriak sehingga aku harus menjauhkan ponselku dari telinga.

“Wae?! Jangan teriak-teriak!” seruku tak mau kalah.

“Gara-gara kau aku tidak bisa tidur lagi!” oh, itu toh masalahnya. Baguslah.

“Mianhae, hyung. Daripada tidak bisa tidur, bagaimana kalau kita bertemu saja?” tawarku dengan nada yang lebih ringan.

“Bertemu denganmu?! Yang sudah mengganggu tidurku?! Terserahlah. Aku mau tidur lagi.” Yesung hyung mematikan telepon. Aneh, katanya tidak bisa tidur, kenapa mau tidur lagi?

Akupun mulai memejamkan mata. Dan membayangkan semua kejadianku dengan Sunkyu.

+ + +

~Sungmin Dreamworld~

“Kita bersahabat ya?”

“Apa oppa hanya menganggapku sebagai sahabat?”

“Sahabat adalah yang terbaik, Sunkyu-ah. Apa yang lebih dari sahabat?”

“Apa oppa pernah menganggapku bukan sebagai sahabat?”

“Aku selalu mengganggapmu sahabat dan dongsaeng-ku tersayang.”

“Aku menyayangimu, Sunkyu-ah.”

“Sebagai sahabat.”

~Sungmin Dreamworld end~

Aku tersentak. Aku bangun dengan wajah yang tidak karuan. Tidak kusangka, aku mengingatnya! AKU MENGINGATNYA! Pasti itu yang dimaksud Sunkyu.

Saat aku hendak berdiri. Entah mengapa, tubuhku langsung terduduk kembali. Pusing sekali, pandanganku kabur. Setelah aku mengedipkan mata, pandanganku kembali normal.

Aku segera mandi lalu pergi ke studio. Sebenarnya hari ini aku tidak ada jadwal. Tapi, siapa tau setelah aku sampai disana, aku dapat pekerjaan. Daripada aku membusuk dirumah.

Aku memasuki pintu kantor dengan lesu. Berkali-kali tubuhku serasa ingin jatuh. Sepertinya aku sakit hari ini, aku hendak berbalik menuju pintu lagi, seseorang memanggilku.

“Sungmin hyung!” aku menoleh, Ryeowook, asistenku.

“Waeyo? Hari ini aku tidak ada jadwal kan?” tanyaku, aku ingin pulang. Badanku sudah lemas.

“Mianhae, hyung. Kau ada pemotretan mendadak hari ini. Park Bomi sakit lagi.” Park Bomi adalah anak Leeteuk hyung. Yah, sudah jelas. Aku harus menggantikannya.

“Jam berapa?”

“Satu jam lagi. Hyung jangan pulang dulu, lebih baik tunggu disini.” aduh, kepalaku makin pusing aja. Gimana mau motret kalo pusing gini?

“Ryeowook-ah, aku…” baru aku mau menolak pekerjaan itu, Ryeowook sudah menghilang entah kemana. Terpaksa aku harus melaksanakan tugasku menggantikan Leeteuk hyung.

Beberapa langkah lagi aku sampai di studio. Pandanganku kabur lagi lalu aku menyandarkan tubuhku ke dinding. Sambil memegang kepalaku, aku berusaha melihat keadaan. Seorang yeoja menghampiriku.

“Sungmin-ssi, gwaenchana?” tanya yeoja itu yang kebingungan melihatku.

“Ah, Taeyeon-ssi. Tidak apa-apa kok.” aku berusaha memberinya senyuman. Sekian kalinya aku bertemu dengan leader SNSD. Tunggu, kalau dia ada disini, berarti?! SUNKYU-AH!?

Setelah Taeyeon pergi, aku mempercepat langkahku menuju studio. Aku harus segera menemuinya. Tidak sengaja aku berpapasan dengan gadis itu di pintu studio, aku tersenyum padanya. Tiba-tiba aku tidak bisa menahan beban tubuhku, dan sebelum aku jatuh, aku sempat merangkul Sukyu. Setelah itu, semua gelap.

Sunkyu POV

Aku tersentak. Sungmin oppa memelukku tiba-tiba. Tapi kenapa beban tubuhnya malah ia pasrahkan padaku. Ow, sebentar lagi sepertinya aku akan jatuh. Namun, malah Sungmin oppa yang mulai melorot. Aku langsung terduduk dilantai sedangkan kepala Sungmin oppa berada dipangkuanku.

“OPPA!?” teriakku saat melihat Sungmin oppa memejamkan mata. Saat aku memegang dahinya, panas sekali. Sepertinya dia sakit.

“Sunkyu-ah, siapa dia?!” tanya Sica unnie dari pintu studio. Aku berusaha mengangkat Sungmin oppa berdiri, unnie membantuku.

“Ah, hyung! Hyung kenapa?” seorang namja menghampiriku lalu membantuku membawa Sungmin oppa ke sebuah sofa yang tak jauh dari situ.

“Aku mau ambil minum dulu.” seru namja itu lalu meninggalkanku dan Sungmin oppa. Perlahan, aku mengangkat kepala Sungmin oppa lalu memindahkannya ke pangkuanku.

Aku langsung mengambil ponsel dari saku rokku. Aku menghubungi Taeyeon unnie.

“Sunkyu-ah, waeyo?”

“Unnie, bisakah kau membelikanku obat pereda sakit kepala?” pintaku padanya.

“Kau sakit? Sebentar, mumpung aku masih ada disini.”

“Gomawo, unnie. Aku tutup dulu.”

“Ne.” aku menatap wajah Sungmin oppa diam. Ia manis, masih seperti dulu. Aku mengingat-ingat kejadian dulu waktu SMA. Sungmin oppa juga pernah pingsan seperti ini.

~Sunkyu Flashback~

“Sunkyu-ah…”

“Waeyo, oppa?” tanyaku sambil menoleh padanya. Kulihat wajahnya pucat dan ia terlihat kedinginan. “Oppa, gwaenchana?”

“Pinjamkan bahumu.” pintanya datar. Aku mengangguk, setelah itu Sungmin oppa menaruh kepalanya dibahuku.

Lamaaa sekali Sungmin oppa diam. Aku berusaha memanggilnya. “Oppa.” aku menggeser dudukku sedikit, tiba-tiba Sungmin oppa langsung jatuh kelantai. Aku panik dan langsung membawanya ke klinik sekolah.

~Sunkyu Flashback End~

Sungmin oppa jarang memperhatikan kesehatannya. Setauku, aku lebih sehat dibanding dia. Dalam hati aku memohon kepada tuhan untuk membangunkan Sungmin oppa. Aku berjanji setelah dia bangun aku akan mengatakan bahwa aku sangat menyayanginya. Selesai berdoa, aku mengecup dahi Sungmin oppa.

“EHEM!” aku terperajat. Saat aku menoleh, sudah ada namja yang tadi memanggil Sungmin oppa, hyung, dan Taeyeon unnie.

“Eh, ah-a. Unnie,” panggilku malu-malu. Ia melipat tangannya.

“Jadi dia yang sakit?” tanyanya.

“Iya.” jawabku takut, Taeyeon unnie berjalan mendekat. Aku menunduk. Tidak kusangka dia malah meletakkan tangannya di dahi Sungmin oppa. Obat yang tadi dipegangnya langsung dimasukkan ke saku roknya.

“Dia kan panas, kenapa kamu kasih obat sakit kepala?” serunya. Aku hanya meringis padanya. Memperlihatkan tampang minta maaf padanya.

“Eh, hyung siuman.” seru namja yang sedang memegang cangkir, itu menghentikan perkelahian tatapan mata antara aku dan unnie. Dia benar, perlahan Sungmin oppa membuka matanya.

Sungmin POV

Saat aku membuka mata, kulihat wajah Sunkyu sudah berada dihadapanku. Sangking kagetnya aku sampai bangun dan menjauh sedikit darinya.

“Oppa, waeyo?” tanyanya sambil menatapku bingung. Saat aku menoleh kesamping, Taeyeon dan Ryeowook ada disitu.

“Sunkyu-ah, ini obatnya. Aku pergi dulu.” Taeyeon memberikan sesuatu lalu pergi.

“Hyung, ini diminum ya.” Ryeowook menaruh sebuah cangkir lalu pergi juga. Aku bingung melihat mereka berdua. Lalu aku menatap Sunkyu lagi.

“Sunkyu-ah, apa yang terjadi padaku?” tanyaku.

“Oppa pingsan saat kita bertemu di pintu studio tadi.” jawabnya seraya mengambil cangkir yang tadi ditaruh Ryeowook. “Oppa, minum dulu.” ia menyondorkan cangkir itu padaku, lalu aku meminumnya sedikit. “Mau minum obat?” tawarnya sambil memperlihatkan barang yang ternyata obat.

“Tidak.” tolakku sambil meletakkan kepalaku di paha Sunkyu. Ia sempat terkejut, tapi ia cepat-cepat menghilangkan rasa kagetnya. Kami terdiam dalam waktu yang cukup lama, hingga akhirnya aku membuka mulut.

“Sunkyu-ah..,” panggilku.

“Waeyo?”

“Aku sudah mengingatnya.” Sunkyu terlihat kaget.

“Mwo?”

“Aku sudah ingat apa yang aku lupakan itu.” ulangku dengan perkataan yang lebih jelas. Ia terdiam memerhatikanku. “Kau bertanya apakah aku pernah menganggapmu lebih dari sahabat kan?” ujarku memastikan. “Coba sekarang tanya lagi padaku.” pintaku.

“Apakah kau pernah menganggapku lebih dari sahabat?” tanya Sunkyu sambil terus memainkan rambutku.

“Pernah.”

“Lalu?” tanyanya. Aku menghela nafas.

“Aku menyayangimu, Sunkyu-ah.” seruku, “Sebagai seorang yeoja yang istimewa dihatiku.” aku tersenyum padanya dan ia membalas senyumanku dengan senyumnya yang bisa membuatku melayang.

“Saranghaeyo, oppa.” gumamnya. Perlahan aku menunduk kepalanya mendekat kearahku. Lalu aku mengecup dahinya.

Ia tersenyum saat kembali meluruskan kepalanya. “Hyung,” aku dan Sunkyu menoleh, lagi-lagi Ryeowook. “Ah, maksudku, Sunkyu-ssi. Kau sudah ditunggu teman-temanmu.” ralatnya. Aku bangkit lalu Sunkyu berdiri, setelah memberikan senyumnya padaku ia pergi menuju studio.

Ryeowook duduk disampingku. “Hyung, kau pacaran dengannya?” tanyanya tiba-tiba, aku yang sedang minum langsung tersendak.

“Mengapa kau bertanya seperti itu?” tanyaku.

“Kalian mesra sekali sejak tadi.” ia diam sejenak. “Kau masih ada tenaga untuk memotret, hyung?” tanyanya.

“Tentu saja.”

“Oh, pasti kamu akan mendapat tenaga saat memotret. Karena ada sumber tenagamu disana.” goda Ryeowook sambil cengengesan. Aku menjitak kepalanya pelan.

“Ayo.”

Sunkyu POV

Selesai pemotretan aku langsung melangkah ke supermarket terdekat dari gedung itu. Ingin membeli minuman, juga ingin membelikan untuk Sungmin oppa.

Saat aku kembali ke studio. Sungmin oppa sudah tidak ada disitu. Aku mencarinya ke sofa yang tadi, juga tidak ada. Sudah 5 menit aku mondar-mandir mencarinya. Member SNSD lain bingung melihat tingkahku yang dari tadi mondar-mandir.

Tiba-tiba ada yang menarikku dari belakang, aku tersentak dan berusaha meronta. “Lepaskan…” pasti ini orang jahat yang mau menculikku. Orang itu membekap mulutku lalu membawaku ke parkiran.

“Ya! Ini aku Sunkyu-ah…” seru orang itu. Saat aku menoleh, Sungmin oppa ternyata.

“Oppa, kukira kau penculik.” ungkapku sambil tersenyum malu-malu.

“Aku sengaja menarikmu kesini biar tidak terganggu seperti tadi.” penjelasannya membuatku bingung.

“Maksud, oppa?” lagi-lagi Sungmin oppa membuatku terkejut.

“Sunkyu-ah, aku benar-benar sayang padamu.” katanya. Aku tersenyum lalu memeluknya erat. Kita berpelukan cukup lama hingga akhirnya.

“CHUKKAE! YEEEEYYYYY!” kami menoleh bersamaan. Semua member SNSD lain lalu beberapa namja yang sepertinya teman Sungmin oppa bertepuk tangan. Bahkan, Yesung oppa-pun ada disana.

“LEE SUNKYU! SARANGHAEYO!” tiba-tiba Sungmin oppa berteriak dihadapanku. Aku tersenyum lalu membalasnya.

“LEE SUNGMIN! SARANGHAEYO!”

THE END

Mian kalo ga rame, jeongmal mianhae aku belum tau banyak tentang dunia ini jadi ada yang rada ngasal gitu. Gomawo buat yg udah mau baca!

Advertisements
Comments
  1. kyubil says:

    waa… seru seru

  2. kyuKyu says:

    Keren x)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s