Oppareul Saranghae! [Part 1]

Posted: 25 September 2010 in Fans Fiction, SNSD, super junior
Tags: , , , ,

Author: Cho Sunghee a.k.a Summer (조성희)

Casts: Lee Sungmin (Super Junior), Lee Sunkyu (SNSD), and other suju+snsd member

Length: entahlah, hehehehehe sepertinya series sampe 3-4 atau bisa jadi cuma twoshoot

Genre: Friendship, romantic

OST: Super Junior – Neorago, Girls’ Generation – Oh!

Kuharap kalian suka ^^ *DON’T BE SILENT READER*

Aku mengajaknya ke halaman belakang sekolah. Disana sejuk dan sepi, suasananya benar-benar mendukung. Ia menatapku heran. Matanya yang indah menatapku seperti itu membuatku tidak bisa mengatur nafas. Ia terlalu indah.

Aku menyuruhnya duduk disebuah bangku coklat. Ia terus saja menatapku dengan pandangan indahnya. “Oppa.., untuk apa kau membawaku kesini?” akhirnya ia bertanya juga. Aku menghela nafas sejenak lalu menatapnya.

“Sunkyu-ah…, saranghaeyo.”

Sunkyu POV

“Sunkyu-ah…, saranghaeyo.”

“Mwo?” tanyaku tidak percaya. Mana mungkin? “Oppa, mengapa kau bisa melanggar janjimu?” tanyaku lagi.

“Apa maksudmu?” oppa malah balas bertanya. Aku hanya garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal.

“Apa oppa lupa?” tanyaku dengan nada yang lebih keras.

~Sunkyu Flashback~

“Kita bersahabat ya?” tanya Sungmin oppa padaku.

“Apa oppa hanya menganggapku sebagai sahabat?” tanyaku tiba-tiba.

“Sahabat adalah yang terbaik, Sunkyu-ah. Apa yang lebih dari sahabat?” aku hanya menggeleng kecewa. Padahal aku berharap Sungmin oppa menganggapku lebih dari sekedar sahabat.

“Apa oppa pernah menganggapku bukan sebagai sahabat?” tanyaku lagi. Ia menggeleng pelan.

“Aku selalu mengganggapmu sahabat dan dongsaeng-ku tersayang.” jawabnya lalu merangkulku. “Aku menyayangimu, Sunkyu-ah.” aku sempat senang dengan kata-katanya itu. “Sebagai sahabat.” ekspresi wajahku langsung berubah.

~Sunkyu Flashback end~

“Apakah ada hal yang aku lupakan?” tanya Sungmin oppa lagi. Aku mendengus kesal lalu bangkit.

“Oppa pikunan! Aku benci oppa. Aku tidak sudi mempunyai sahabat seperti oppa.” aku berlari meninggalkannya. Air mataku mengalir begitu saja.

Sungmin POV

Sudah 3 tahun sejak kejadian itu berlangsung. Sejak hari itu pula Sunkyu pindah sekolah. Jadi, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Tapi aku masih bisa melihatnya di TV.

Dulu kita bercita-cita ingin menjadi artis. Namun, hanya Sunkyu yang bisa menggapai cita-citanya. Ia menjadi artis terkenal sekarang, dengan girlbandnya SNSD. Tapi aku?

Karena aku mahir dalam bidang motret memotret, aku menjadi fotografer disebuah magazine ternama di korea. Baguslah, gajiku pun lumayan. Tanpa menjadi artis, aku sudah menjadi seseorang.

Oh nan, geu nuga nuga mworaedo naneun sangwan eopdago
Geu nuga nuga yokhaedo neoman bara bondago
Na dashi taeeonandaedo ojik neo ppunirado
(Tic toc tic toc) Shigani heulleodo

Ponselku berbunyi. Leeteuk hyung, yang berprofesi sama denganku menelepon.

“Sungmin-ah… Aku butuh bantuanmu.”

“Apa, hyung?”

“Hari ini aku ada jadwal pemotretan, tapi anakku sakit. Jadi aku tidak bisa kesana. Maukah kau menggantikanku?”

“Oke, hyung. Kebetulan aku sedang nganggur.”

“Gomawo, Sungmin-ah.” aku mendesah panjang. Leeteuk hyung adalah seniorku. Ia selalu meminta bantuanku jika ia tidak bisa datang, begitupun aku. Aku melangkah menuju studio yang akan dipakai pemotretan nanti.

Didepan pintu studio, aku menabrak seorang yeoja. Cantik, namun pendek (maaf Sunkyu unnie, hehe). “Ah, jeongmal mianhae. Aku tidak lihat-lihat.” ia meminta maaf.

“Gwaenchana. Aku juga tidak lihat-lihat.” seruku membalas. Saat ia mengangkat kepalanya, ia langsung menatapku kaget. Akupun begitu. Wajahnya sangat familiar dimataku. Yeoja yang selama ini aku cari-cari.

“Sunkyu-ah..” panggilku senang. Ia hanya tersenyum lalu membungkuk.

“Annyeong haseyo, oppa.” ternyata ia masih mengingatku. Dan ia terlihat seperti biasa, tidak marah padaku.

“Bagaimana kabarmu?”

“Aku baik-baik saja, Oppa. Bagaimana kabarmu?”

“Baik.” sepersekian menit (susah banget) kami bungkam. Lalu ada yang menepuk bahu Sunkyu dari belakang.

“Sunkyu-ah, ayo masuk.” aku tau dia, dia Taeyeon, leader SNSD. Sunkyu lalu membungkuk lagi padaku, dan aku membalasnya.

“Aku permisi dulu, oppa.” serunya, Taeyeon mengangkat alis.

“Kau mengenalnya?” tanyanya pada Sunkyu.

“Iya. Dia sunbae-ku waktu SMA.” aku kecewa dengan jawabannya, sangat kecewa. Ternyata ia benar-benar membenciku.

“Sunkyu-ah,” panggilku saat ia mau masuk ke studio.

“Waeyo?”

“Apa kau bisa luangkan waktumu untuk berbincang-bincang denganku nanti?” tanyaku begitu saja. Ia sempat berpikir. Terlihat dari raut wajahnya.

“Aku sibuk, oppa. Tapi aku akan mengusahakannya.” ia tersenyum lalu masuk ke studio. Akupun mengikuti langkahnya. Ternyata yang harus dipotret oleh Leeteuk hyung hari ini adalah SNSD.

Saat aku memotret, selalu mataku mengarah pada Sunkyu. Dia cantik, makin cantik malah. Tapi kenapa tingginya tidak tambah-tambah? Sejak SMA dia masih saja segitu? Saat potret sendiri-sendiri dan saat Sunkyu. Aku sangat gugup. Wajahnya begitu cantik dan imut. Selesai pemotretan aku langsung berlari keluar untuk menghirup udara segar.

Sunkyu POV

Tak kusangka aku akan bertemu Sungmin oppa disini. Ternyata ia sekarang menjadi fotografer. Bukannya ia bercita-cita menjadi artis sama sepertiku?

Saat aku bertemu aku begitu kesal padanya. Kenapa baru sekarang dia menunjukkan minatnya padaku? Kenapa tidak dari dulu dia mencariku. Selesai pemotretan aku langsung mencarinya yang tadi langsung ngeloyor keluar. Katanya mau ngobrol? Gimana sih!?

Tiba-tiba ada yang menepuk bahuku dari belakang, aku tersentak, “Sunkyu-ah, kau mencari siapa?” Taeyeon unnie rupanya.

“Tidak mencari siapa-siapa.” jawabku seadanya. Tapi ia bisa menangkap kebohonganku.

“Kau mencari sunbae-mu itu ya?” tanyanya langsung. Aku tersentak lagi. Bagaimana Taeyeon unnie bisa tau?

“Tidak kok!” mukaku sepertinya memerah, karena Taeyeon unnie tertawa.

“Aku tau, Sunkyu-ah. Pergilah mencarinya, kita berangkat setengah jam lagi.” serunya lalu meninggalkanku. Akupun langsung pergi mencari Sungmin oppa.

Dan akhirnya setelah 10 menit keliling-keliling. Aku menemukannya dimeja kerjanya. Ia sedang duduk dan menatap langit-langit gedung. Aku mengagetkannya dengan menepuk bahunya tiba-tiba. Ia terlompat.

“Sunkyu-ah…, kau mengagetkanku.” serunya tersengal-sengal.

“Habis, oppa melamun saja.” protesku datar.

“Setelah ini masih ada acara?” tanyanya tiba-tiba. Aku menggangguk.

“Pembuatan mv buat lagu baru.” jawabku.

“Apa judulnya?”

“Oh.”

“Oh?”

“Itu judul lagunya!” aku menjitak kepalanya pelan, ia hanya tertawa.

“Bagaimana lagunya? Aku ingin dengar.” tantangnya, aku terperajat. Lagu itu ada oppa-oppa-nya, aku harus bagaimana?

“Oh! Oh! Oh! Oh! Oppareul saranghae. Ah! Ah! Ah! Ah! Mani mani hae. Sujubuni jebal utji mayo. Jimshimini nollijido marayo. Tto babo gateun mal punnya…” ia yang masih menatap langit-langit bertepuk tangan.

“Benarkah kau mencintaiku?” aku langsung menjitaknya lagi.

“Itu kan cuma lagu.” aku memanyunkan bibirku.

“Kenyataannya?” tanyanya lagi. Itu sudah membuatku nervous sekali. Perlahan ia bangkit lalu menatapku. Dan seperti yang sudah kuduga, ia memelukku.

“Sunkyu-ah, bogoshippeoyo. Kenapa kau baru muncul sekarang?” aku tidak sanggup menahannya, aku menangis. Ia menyadarinya dan langsung melepas pelukannya. “Sunkyu-ah, kenapa menangis?” tanyanya lalu menyerka air mataku.

“Harusnya aku yang bertanya pada oppa, kenapa oppa baru muncul sekarang?” seruku sambil menangis, ia hanya diam mematung didepanku. “Kalau oppa benar-benar mencintaiku seperti yang oppa katakan waktu itu, kenapa oppa tidak mencariku dari dulu?” Sungmin oppa ingin membuka mulut tapi aku menyelanya lagi. “Aku benci sifat oppa yang satu ini, mudah menyerah dan merelakan begitu saja. Seperti oppa menyerah kepadaku dan merelakan cita-citamu.”

Sepertinya Sungmin oppa sedang mencerna semua kata-kataku. “Oppa lupa akan satu hal.” ucapku setelah menyerka air mataku. “Dan oppa harus mengingatnya. Aku beri waktu 10 hari untuk mengingatnya. Jika oppa mengingatnya sebelum hari kesepuluh, aku akan mempertimbangkan untuk bersama oppa. Jika tidak, hubungan kita berakhir sampai disini.”

Sungmin POV

“Dan oppa harus mengingatnya. Aku beri waktu 10 hari untuk mengingatnya. Jika oppa mengingatnya sebelum hari kesepuluh, aku akan mempertimbangkan untuk bersama oppa. Jika tidak, hubungan kita berakhir sampai disini.” berakhir sampai disini? Apa Sunkyu serius dengan ucapannya. Ia melancarkan jurus tatapan mautnya lalu pergi meninggalkanku.

“Sunkyu-ah..”

“Jangan memanggilku lagi!” teriaknya lalu pergi menjauh. Sebenarnya apa yang kulupakan itu? Sepertinya aku selalu mengingat semua kejadianku bersamanya. Tapi apa yang aku lupakan itu.

+ + +

Oh nan, geu nuga nuga mworaedo naneun sangwan eopdago
Geu nuga nuga yokhaedo neoman bara bondago
Na dashi taeeonandaedo ojik neo ppunirado
(Tic toc tic toc) Shigani heulleodo

Aku membuka mataku. Sedang enak-enak ngadem, dibangunin sama dering ponsel. Segera aku mencari ponselku dan mengangkatnya.

“Yeoboseyo?”

“Sungmin-ah, ini aku Yesung.” aku langsung bangkit dan duduk.

“Hyung! Kenapa baru telepon sekarang?! Sebulan tanpa kabar.”

“Mianhae, Sungmin-ah. Aku sibuk dengan tour-ku. Kau sedang kerja?”

“Tidak. Aku hanya membusuk dirumah. Waeyo?”

“Aku ingin mengobrol denganmu. Kutunggu di cafe tongkrongan kita dulu ya!”

“Hyung, apa kau tidak takut ketahuan fans-mu?” tanyaku kawatir.

“Tidak apa. Aku akan menyamar. Bye!” Yesung hyung, ia menjadi artis sejak setahun yang lalu. Ia memang memiliki suara yang indah, aku sering memintanya bernyanyi jika aku bertemu dengannya. Ia juga dekat dengan Sunkyu, dulu kita bertiga satu sekolah. Ia sudah seperti hyung-ku sendiri. Setiap aku punya masalah, ia selalu membantu menyelesaikannya.

Aku melangkah menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhku. Lalu aku memakai baju yang pantas. Sebelum keluar, aku meraih ponsel dan kunci motorku. Berangkatlah aku menuju cafe.

Yesung hyung sudah menungguku di meja paling pojok. Walaupun dia menyamar, aku bisa mengetahuinya. Karena disanalah meja favorit kami.

“Hyung.” sapaku seraya duduk didepannya.

“Ya! Lama sekali kamu!” serunya setelah melepas kacamata hitamnya.

“Hyung, penyamaranmu terlalu berlebihan.” komentarku sambil memperhatikannya. Kacamata hitam, topi, jaket tebal, terlihat sekali, mencurigakan. “Kenapa kau memakai jaket? Sekarang kan musim panas, orang-orang makin curiga padamu. Lebih baik buka jaket itu.

“Nanti kalau ada yang lihat bagaimana?” tanyanya meminta pertanggungjawaban.

“Nanti aku yang akan mengurusnya.” ia akhirnya melepas jaketnya. Jadi dia hanya memakai topi sekarang. Aku langsung berkomentar begitu melihat tubuhnya. “Hyung, kau berolahraga?”

“Ne. Dengan postur seperti ini, aku kelihatan lebih baik. Masa wajahku tampan sedangkan tubuhku tak terurus begitu saja? Artis aneh!” jawabnya bangga. Aku hanya tersenyum, tapi aku sedang tidak ingin tersenyum saat itu.

“Wae? Kau ada masalah?” tebaknya. Yesung hyung mengetahui bahwa senyumku terpaksa.

“Aku bertemu Sunkyu kemarin.”

“Jinjja? Lalu bagaimana?” aku ceritakan kejadian kemarin beserta tantangan dari Sunkyu, ia hanya mangut-mangut mendengar ceritaku.

“Kau sudah mengingatnya?” tanya hyung padaku. Aku menggeleng lemah. “Sebaiknya kau segera mengingatnya, atau kau akan kehilangannya.”

“Tapi aku benar-benar tidak tau, hyung!” protesku manja, aku meletakkan kepalaku dimeja. Kini aku benar-benar tidak semangat.

“Sabarlah…, ayo mencoba untuk mengingat-ngingat. Pejamkan matamu.” lalu aku memejamkan mata.

Sunkyu POV

“Ya! Sunkyu-ah! Dari tadi kau membuat kesalahan! Ada apa denganmu?” tanya Sica unnie heran. Aku hanya menunduk didepannya.

“Sudahlah, Sica. Biar aku yang menanganinya.” Taeyeon unnie menarikku keluar ruang latihan. Kami duduk disebuah sofa tidak jauh dari situ. “Ada apa?” tanyanya setelah kami duduk.

“Anni,” ia menatapku curiga.

“Ayolah, ceritakan saja.” terpaksa aku menceritakan tentang aku dan Sungmin oppa, juga kejadian kemarin. Taeyeon unnie benar-benar menyimak ceritaku.

“Begitulah, unnie. Dan sampai sekarang, aku terus memikirkannya.” kataku jujur.

“Begitu ya…, kenapa kau tidak ingatkan saja?” tanya Taeyeon unnie.

“Aku tidak mau segampang itu. Dia memang benar-benar pelupa. Aku yakin pasti sekarang dia tidak sedang mengingat-ingat.”

“Percayalah padaku, pasti saat ini dia sedang berusaha. Yakinlah bahwa dia akan mengingatnya. Kau harus tenangkan dirimu.” Taeyeon unnie berusaha menyemangatiku.

“Gomawoyeo, unnie. Sekarang aku agak baikan.” seruku sambil tersenyum.

“Ya sudah, ayo kita latihan lagi!” ia menarikku kembali ke ruang latihan.

+ + +

Hari ini hari comeback SNSD. Aku gugup sekali. Sekarang pikiranku jernih kembali. Gomawo, Taeyeon unnie. Sebelum tampil, aku bertemu Yesung oppa, sahabatku dan juga sahabat Sungmin oppa.

“Sunkyu-ah!” panggilnya.

“Yesung oppa!” aku berlari menghampirinya, lalu memeluknya. “Senang bisa bertemu oppa disini!” seruku gembira.

“Aku juga. Aku kangen sekali denganmu, tour membuatku kangen denganmu dan Sungmin.” begitu Yesung oppa mengucapkan nama Sungmin, aku langsung muram. Ia menyadarinya lalu memperbaiki suasana.

“Dia sepertinya kemari.” aku mengangkat kepala dan menatapnya.

“Siapa?”

“Sungmin-ah.” aku terperajat.

to be continued ^^

Aku gak terlalu tau tentang dunia artis dan pemotretan dll, jadi rada ngasal gitu deh! Tapi aku harap kalian suka. Sekali lagi, *DON’T BE SILENT READER!*

Advertisements
Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s