Bad Boy [End]

Posted: 25 September 2010 in Fans Fiction, SHINee
Tags: , ,

Author: Cho Sunghee a.k.a Summer

Casts: Cho Sunghee, Key SHINee, Onew SHINee, and other SHINee

Genre: Friendship, romantic, (special) action

Length: Twoshoot

Last Chapter: Part One

lanjutan dari Bad Boy kemarin. Ayo dibaca !

“KKKKKKKEEEEEEEEEEEYYYYYYYYYY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

BUAKK!
Namja itu terlempar menjauhiku. Aku langsung menoleh kesampingku. Key berdiri dengan sok-nya (dihajar keyholic, hehe^^).

“Siapa kau?” tanya namja yang tengah memegangi bibirnya yang berdarah.

“Kau tidak dengar apa yang dikatakan yeoja ini tadi?” tanya Ker. “Key, namja yang dia maksud.”

“Ya! Untuk apa kau menolongnya? Dia sudah jalan-jalan dengan sahabatmu.” seru salah satu namja yang sedang meletakkan kakinya dikepala Onew (ugh, ga sopan banget!).

“Sebenarnya aku malas kesini. Aku tidak berniat untuk menyelamatkannya. Tapi ada sahabatku disana,” Key terdiam sejenak lalu menunjuk Onew, “jadi sepertinya kau harus berurusan denganku.” ujarnya santai.

“Ya! Jangan sok kamu!” bentakku kesal. Dari tadi ia hanya ngomong saja.

“Berisik.” gumamnya dingin. “HEY BAJINGAN! Lawan aku kalau berani!” seru Key sambil melancarkan jurus tatapan mautnya. Semua termasuk yang sedang menginjak-nginjak kepala Onew langsung menyerbu Key. Tapi Key pintar, ia pintar berkelahi. Ia mungkin akan kalah banyak seperti Onew. Aku ketakutan melihatnya. Ker yang kewalahan berjalan mundur hingga kini ia tepat berada didekatku. Ia menyerka darah yang ada disudut bibirnya lalu menoleh kepadaku.

“Keren, hah? Aku lebih kuat dibanding Onew.” gumamnya seraya tersenyum tipis padaku. Tiba-tiba dari belakang terdengar suara tiang dipukul. Kami menoleh berbarengan.

“Butuh bantuan!?” teriak Jonghyun yang sudah bersama Taemin, Minho, dan beberapa murid cowok yang sekelas denganku. Mereka masih memakai seragam semua, sama sepertiku, Key, dan Onew. Mereka membawa kayu-kayu tebal yang siap menghajar mangsanya.

Key berbalik dan tersenyum sinis pada namja-namja dihadapannya. Senyumnya kereeeennn skali (keren dah!^^). “Bersiaplah untuk mati.” serunya pada bajingan-bajingan itu. Dari belakang, Minho melempar kayu kearah Key, dengan sigap, Key menangkapnya.

Key cs. menyerbu kawanan namja itu. Key dengan gesit memukul semua lawan yang menghadangnya dengan kayu. Tak lama kemudian ia sampai ditempat Onew yang terbaring leas tak berdaya (bahasanya repot!)

Minho yang tak jauh dari situ langsung menyuruh Key membawanya pergi. “Biar kami yang urus orang-orang ini, pergilah!” Key mengangguk lalu menoleh padaku.

“Sunghee-ah, sampai kapan kau mau nonton!?” teriaknya, lalu aku berlari kearahnya. Berkali-kali kayu-kayu itu hampir mengenaiku. Lalu, Key, aku, dan Onew segera pergi dari situ sebelum kami kena pukul.

+ + +

Malampun datang, kami sudah capek melangkah. Key bilang, tidak mungkin membawa Onew dalam keadaan begini naik bus. Bisa-bisa supirya akan memarahi kamu. Jadi kamu hanya berjalan tanpa arah tujuan. “Kau akan membawa Onew kerumahnya? tanyaku memecah keheningan yang terjadi.

“Entahlah, lukanya parah sekali. Mana berani aku menyerahkan Onew pada eomma-nya dalam keadaan seperti ini?” Onew sejak tadi diam saja. Aku menoleh padanya, rupanya ia pingsan.

“Key, dia pingsan.” ujarku lirih.

“Aku ingin duduk dulu disana.” ia menunjuk bangku taman. Kamu duduk disana sejenak. Kamu bertiga yang masih memakai seragam sekolah malam-malam sudah membuat orang-orang keheranan, ditambah keadaan Onew yang yang berdarah-darah (maaf buat fans-nya onew). Itu sudah cukup membuat kamu disangka anak geng yang habis tawuran.

“Key-ah.” panggilku.

“Waeyo?”

“Gomawo.” Key tertawa.

“Untuk apa?”

“Sudah menyelamatkanku.” lagi-lagi Key tertawa.

“Hey, aku bukan menolongmu, tapi aku menolong Onew.”

“Kau setia kawan.”

“Ya begitulah.” jawabnya santai. Ia duduk bersandar dan menatap langit, ada banyak bintang disana.

HUEKK…
Tiba-tiba Onew muntah darah, Key dan aku panik. Cepat-cepat aku memanggil taksi lalu membawa Onew kerumah sakit. Setelah orangtua Onew datang, aku dan Key pulang.

“Aku ingin jalan kaki,” ujarnya dingin. Aku mengangguk. Kita berjalan berdampingan namun kita sibuk dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba (lagi) Key menghentikan langkahnya.

“Sunghee-ah…” panggilnya lirih. Aku langsung mendekatinya, ia memegangi perutnya dan merintih. “Perutku sakit…” aku merangkulnya lalu membawanya ke bangku terdekat untuk duduk.

“Kau pasti kena pukul tadi. Mana kau menghajar mereka sendirian, membawa Onew sendirian. Kau pasti capek sekali.” ia hanya memegangi perutnya dan merintih. Akupun berlari menuju minimarket terdekat dan membeli minum untuknya. Saat aku kembali, Key hampir setengah tertidur.

“Key-ah, minum dulu.” ujarku seraya menyodorkan air mineral yang kubawa. Ia meminumnya sampai habis, hebat. Sebuah bus berhenti didepan tempat kamu duduk. Aku baru menyadari bahwa kita duduk di halte bus. Aku bangkit lalu berkata pada Key, “Aku mau naik bus.” aku masuk ke bus tanpa memedulikan Key. Setelah aku duduk didekat jendela, Key duduk disampingku.

“Aku ngantuk. Pinjamkan bahumu.” tuturnya datar. Ia kini benar-benar seperti orang manja yang dari tadi hanya membicarakan apa yang ia rasakan dan ia inginkan saat itu. Perlahan ia menyandarkan kepalanya kebahuku. Tanpa menunggu beberapa menit, ia tertidur.

Perlahan aku menoleh kearahnya. Wajah tampan itu, aku tidak akan bisa melihatnya lagi. Dua minggu lagi aku akan meninggalkannya. Ia sudah menjadi namja yang baik dan tidak lagi membenci yeoja, jadi tugasku disini sudah selesai. Tanpa sepengetahuan Key, aku menangis.

“Sunghee-ah,” aku tersentak dan cepat-cepat menghapus air mataku. Key mengangkat kepalanya, lalu tanpa kuduga ia memelukku. “Saranghae.” kini aku tambah kaget.

AUTHOR POV

Semenjak kejadian itu. Sunghee berpacaran dengan Key (akhirnya). Dan hari ini mereka tengah menikmati kencan keliling kota. Saat mereka tengah melewati sebuah gang, ia teringat sesuatu.

“Bagaimana kalau sekarang kita jenguk Onew?” saran Key, Sunghee mengangguk lalu menarik Key menuju toko bunga. Ia membeli seikat bunga untuk Onew dan mengingatkan Key agar jangan lupa untuk membeli buah-buahan.

Sesampainya dirumah sakit tempat Onew dirawat, kami menemukan Onew sedang jalan-jalan didalam rumah sakit. Key langsung berlari menghampirinya, “Onew, kenapa kau malah jalan-jalan?” tanyanya setelah melepas pelukannya.

“Aku ingin makan sesuatu.” jawab Onew sambil tersenyum, lalu menoleh pada Sunghee. “Bisakah kau belikan aku es krim?” tanya Onew pada Sunghee, yeoja itu mengangguk dan memberikan plastik buah-buahan pada Key. Iapun berlalu.

“Ya! Sakit-sakit makan es krim. Ayo kita kekamarmu.” Onew mengangguk lalu mereka melangkah menuju lantai dua. Sesampainya dikamar, Onew duduk diranjangnya dan Key duduk dikursi yang ada disana.

“Key-ah…”

“Waeyo?” tanya Key setelah meletakkan barang-barang yang dibawanya.

“Sebenarnya aku menyukai Sunghee,” Key terperajat, sahabatnya menyukai yeoja yang sudah menjadi pacarnya itu.

“Mianhae, Onew-ah. Aku sudah berpacaran dengannya.” tutur Key sambil menunduk, ia tidak berani menatap wajah Onew.

“Benarkah? Jadi kau tidak membenci yeoja lagi?” Key mengangguk heran. “Baguslah, sepertinya Sunghee lebih baik bersamamu. Aku tidak pantas untuknya.”

“Jangan bilang begitu,”

“Buktinya aku tidak berhasil melindungi Sunghee saat kejadian waktu itu.” Onew tersenyum pada Key, “jaga dia baik-baik. Jangan pedulikan perasaanku. Aku bisa melupakannya.”

“Gomawo, Onew-ah.” Key mengangkat kepalanya lalu tersenyum. Oh.., indahnya persahabatan (geje ah!)

Key POV

Hari pengakuanku masih saja aku ingat. Saat itu aku sangat senang bisa mencintai Sunghee.

~Key Flashback~
“Mwo?” tanya Sunghee tidak percaya.

“Saranghaeyo, Sunghee-ah.” aku melepas pelukanku lalu mencium keningnya. Mukanya langsung merah.

“Key-ah, saranghae.”

“Kaulah yang membuatku tidak membenci yeoja lagi. Gomawo.” gumamku, lalu aku mencium keningnya lagi (dua kali bo!)
~Key Flashback End~

Dengan semangat, aku menuruni tangga untuk mencari Sunghee. Namun dia tidak ada disegala sudut rumahku. Aku mengecek ke kamarku, barang-barangnya sudah tidak ada.

Sunghee POV

Kereta yang akan membawaku pergi meninggalkan Key baru memasuki stasiun. Ahjumma sempat menyuruhku untuk berpamitan dulu dengan Key, namun aku memilih untuk tidak berpamitan. Aku tidak kuasa melepasnya. Jadi aku hanya meninggalkan surat dikamarnya.

Key…saranghae…

Key POV

Eomma bilang Sunghee pulang ke rumahnya hari ini. Aku menyusulnya ke stasiun. Kenapa dia tidak berpamitan padaku? Aku berlari mencarinya. Kudapati ia sedang berdiri mematung disamping rel. Tanpa memanggilnya aku langsung memeluknya dari samping.

“Key-ah…”

“Kenapa kau tidak memberitahuku?”

“Aku takut kau tidak akan membiarkanku pergi.”

“Kau hebat,” pujiku.

“Mwo?”

“Tau kalau aku tidak akan membiarkanmu pergi.” tiba-tiba Sunghee melepaskan pelukanku.

“Tapi aku memang harus pergi.” ujarnya. Ia melambai padaku lalu masuk ke dalam kereta. Hatiku tidak tergerak untuk menahannya pergi. Aku hanya memandangnya hingga menghilang. Beberapa saat kemudian, kereta itu mulai berjalan. Aku langsung berlari menuju tempat Sunghee. Aku memandangnya terhalang jendela, sambil terus berlari. Kereta semakin cepat, dan aku tidak bisa mengejarnya lagi.

+ + +

Aku membuka kamar dengan lesu. Tubuhku ambruk begitu saja ke kasur. Aku memejamkan mata sejenak lalu membukanya lagi. Didepan wajahku sudah ada sebuah amplop yang bertuliskan K.E.Y. Aku langsung membukanya dan membacanya.

Dear Key namjachingu-ku,

Kamu harus tau kalau aku datang ke Seoul atas perintah eommaku. Ahjumma memintaku untuk membuatmu tumbuh menjadi namja yang baik dan tidak lagi membenci yeoja. Semua misi yang harus kujalankan berhasil. Dan sekarang aku harus pulang.

Aku tidak menyangka bahwa aku akan mencintaimu. Sulit sekali untuk meninggalkanmu, tapi aku harus. Eomma menyuruhku pulang kalau tugasku sudah selesai. Dan kini memang sudah selesai.

Tidak tau kapan aku akan kembali, sepertinya tidak akan pernah.

Maaf sudah menyakitimu, Key. Kuharap kamu menemukan yeoja yang lebih baik dariku dan bisa berada disampingmu selamanya.

Saranghae, Key.

Cho Sunghee

Aku menangis. Air mataku tidak bisa ditahan lagi. Sunghee, masalahnya kamulah yeoja yang sempurna untukku. Kenapa kau malah meninggalkanku sama seperti Yeonyi dulu? Kenapa?

Eomma melihat aku menangis lalu ia memelukku. “Eomma tau, kau menyukainya.” gumamnya sambil mengelus kepalaku. Aku terus menangis. Tidak peduli eomma menganggapku cengeng, yang penting aku sedang sedih sekarang ini.

Sunghee POV

Sebulan kemudian…

Malam ini aku ingin keluar. Aku duduk di ayunan depan rumahku. Lalu aku menatap langit. Key selalu menatap langit, dan setiap itu pula bintangnya pasti banyak. Key, aku merindukanmu.

“Key, bagaimana kabarmu?” gumamku sambil terus melihat keatas.

“Aku sakit karena kamu.” aku terperajat. Itu suara KEY! Tidak salah lagi, itu suaranya. Aku menoleh kedepanku dan melihat Key berdiri didepanku.

“Annyeong, Sunghee-ah!” serunya ceria.

“Key-ah…, bagaimana kau bisa disini?” tanyaku bingung. Ia berlutut dihadapanku.

“Aku menanyakan alamatmu pada eomma. Dan aku langsung kesini begitu mendapatkannya.” jelas Key sambil terus menatapku. Aku langsung memeluknya.

“Bogoshipeoyo, Key-ah.”

“Aku juga.” Key memelukku juga, erat sekali. Tanpa sadar, air mataku mengalir. Key melepas pelukanku. “Aku punya sesuatu untukmu.” ia berdiri lalu berjalan ke belakangku, lalu ia menunjuk rerumputan yang sedang aku pijaki. Didepan mataku, lampu-lampu berwarna putih membentuk tulisan, ‘Sunghee-ah, saranghaeyo’. Aku tertawa lalu menangis. Sebegitu besarkah cinta Key padaku? Ia memelukku dari belakang.

“Kita kembali ke Seoul ya?” ajaknya.

“Iya…”

THE END!

Maaf kalo endingnya rada ga enak gitu. Habis cape ngetik n mikirnya. hehe. Maaf kalo ga rame.
Sesuai harapan Key jadian ama aku (Sunghee) hehehehe, yang paling aku suka itu kejadian waktu habis nganter Onew ke rumah sakit sama yang endingnya ini. Aku harap kalian suka. ^^

Advertisements
Comments
  1. avg says:

    we gon’ party tonight

  2. ceritanya seru! so sweet…
    ga tau mau komen apa lagi. maklum udah malem rada error hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s