Bad Boy [FF SHINee] part 1

Posted: 14 July 2010 in Fans Fiction, SHINee
Tags: ,

Title: Bad Boy
Author: Cho Sunghee a.k.a Summer
Genre: Friendship, romance
Length: Twoshoot

Key sudah tidak kuat. Ia merasa kedinginan. Yang ditunggunya pun tidak kunjung datang. Akhirnya ia memilih pulang daripada mati kedinginan disana. Diperjalanan ia melihat sepasang kekasih yang tengah tertawa-tawa. Key memandang yeoja itu sejenak, ia tersentak lalu berkata, “Yeonyi?” yeoja itu kaget melihat Key.

+ + +

Kejadian itu membuat Key berubah 180 derajat. Key yang biasanya adalah namja yang ramah dan gampang bergaul dengan yeoja, menjadi dingin, kasar, dan tidak ingin berhubungan dengan yang namanya yeoja. Disakiti oleh Kang Yeonyi sudah cukup untuknya. Eomma-nya pun kurang disukainya. Eomma jadi kawatir dan akhirnya ia menemukan jalan terang.
Temannya ingin membantu dan mengirimkan anaknya untuk tinggal dirumahnya dan sekolah di sekolah Key. Dan hari itu pun tiba. Bel rumah Key berbunyi. “Key, tolong buka pintunya.” pinta eomma sambil membereskan meja makan. Dengan malas Key melangkah menuju pintu depan. Ia tersentak melihat seorang yeoja didepannya, entah kenapa, jantungnya langsung berdetak cepat.
“Annyeong haseyo, naneun Sunghee imnida. Apa benar ini rumah Kim Kibum?” tanya yeoja itu sopan. Key tersenyum sinis dihadapannya.
“Itu aku. Mau apa kau kesini?” Sunghee terkejut dengan perkataan Key. Tidak sopan sekali, batinnya. Eomma yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Key.
“Key, jaga sopan santunmu. Sunghee-ah, ayo masuk.”
“Ne, ahjumma.” Sunghee melewati Key begitu saja. Key yang kebingungan langsung menghampiri eomma-nya.
“Eomma, ada apa ini?” tanya Key setelah mendudukkan dirinya ke kursi makan.
“Ini Cho Sunghee, anak teman eomma. Mulai hari ini dia akan menjadi penghuni rumah ini dan menjadi teman sekolahmu.” jelas Eomma tanpa rasa bersalah.
“Mwo?! Jinjja? Eomma, kau kan tau kalau aku benci…” kalimat Key terpotong dengan perkataan appa-nya.
“Kau harus belajar untuk menghargai yeoja lagi, Key. Buang masa lalumu itu, kau bukan anak kecil lagi.” ujar appa tanpa berpaling dari korannya.
“Whatever.” Key pergi meninggalkan rumah.

+ + +

Sudah jam setengah 7 pagi, tapi Key belum juga memakai seragamnya. Bagaimana mau pakai, seragamnya itu ada dikamar dan gara-gara yeoja itu Key harus tidur dikamar kerja appa-nya karena kamarnya dipakai Sunghee.
Paling Sunghee sudah dibawah, batin Key. Ia membuka pintu tanpa ragu, rupanya Sunghee tengah berganti baju, kompak mereka berteriak “AAARRRRGGGGGGGHHHHH………!!!!!!!!!!!!!!!” Key langsung menutup pintu dan Sunghee memakai bajunya cepat.
“Ketuk dulu dong!” teriak Sunghee dari dalam.
“Salah sendiri kenapa tidak dikunci?!” seru Key tak mau kalah. Sunghee tidak menjawab, beberapa menit kemudian ia keluar dengan muka merah. Dilihatnya Key duduk bersandar pada dinding didepan kamarnya. Sepertinya ia juga syok dengan kejadian tadi. Dengan cepat, Key berlari menuju kamar dan menguncinya. Benar-benar hari yang sial! batin Key.
Saat Key melangkah menuju ruang makan, Sunghee tengah menghabiskan sarapannya. “Key, Sunghee akan berangkat denganmu.” ujar eomma. Key yang sedang minum, tersedak. Tanpa disuruh, Sunghee memberikan tisu. Key sedikit canggung dengan perlakuannya.
“Eomma…….”
“Masa kau enak-enakan naik motor sedangkan Sunghee naik bus?” Key hanya pasrah. Ia jadi tidak semangat makan dan langsung ngeloyor keluar. Sunghee pamit pada eomma dan appa Key, lalu pergi menyusulnya.

Sunghee POV

Key benar-benar aneh. Kata ahjumma ia benci yeoja, tapi sikapnya padaku malah begini. Apakah dia berubah karena aku? Hehe, misiku bisa berhasil nih!
Ia melempar helm padaku, dan berkata, “Jangan teriak-teriak, aku memang suka ngebut. Kalo teriak-teriak, aku turunin kamu dijalan.” ancam Key, sorot matanya menakutkan. Aku menggangguk patuh.

Key POV

Sepertinya eomma ingin aku mati dihadapan Sunghee. Ia tidak banyak bicara justru membuatku ingin bicara banyak dengannya. Tapi, itu tidak mungkin. Aku kan benci yeoja.
Aku sengaja ngebut biar Sunghee kapok pergi denganku. Sialnya, ia memeluk pinggangku erat sekali dan membuatku tidak nyaman. Sesampainya disekolah, wajahnya terlihat syok. Apakah aku memang terlalu ngebut tadi? Apa dia takut?
“Gwaenchana?” babo, untuk apa kukatakan hal ini. Ia hanya membalas dengan senyuman yang terlihat sangat manis dimataku. Lalu ia pergi begitu saja.
“Hey, siapa dia? Yeoja-mu? Katanya kau benci yeoja.”” tanya Onew yang tiba-tiba ada dibelakangku.
“Anak baru ya? Katanya dia akan sekelas dengan kita.” kata Minho seraya menepuk bahuku.
“Darimana kau tahu?” tanyaku.
“Rahasia.” Onew dan Minho pun meninggalkanku. Aduh, apa yang terjadi padaku? Kenapa aku terus memikirkan Sunghee? Hal ini pun terjadi saat dikelas. Bangkunya berjarak dua bangku didepanku.
Onew mengajakku ke kantin, dan tentu saja aku harus melewati bangku Sunghee. Saat aku berada didekatnya, sebuah buku terjatuh. Aku hendak mengambilnya, ternyata Sunghee juga ingin mengambilnya. Alhasil, tangan kita bersentuhan. Aku langsung menarik tanganku dan pergi. Tak lupa, aku menendang buku itu sebelum Sunghee meraihnya.

Sunghee POV

Key ngebut banget, sebenernya aku takut, tapi aku lebih takut dengan ancaman Key tadi. Lebih baik aku diam. Ugh, kok aku mual sih? Cuma ngebut aja kok sampai segininya? Akhirnya sampai juga disekolah dan aku buru-buru memberikan helm yang aku pakai tadi pada Key. Key menatapku dalam, kenapa aku jadi gugup gini sih?
“Gwaenchana?” tanya Key padaku, Key jangan buat aku tambah mual dong! Aku mencoba tersenyum padanya lalu pergi dari situ, daripada aku muntah dihadapannya.
Bel pulang berbunyi, oh, apakah aku harus pulang dengannya lagi? Nanti mual lagi gak yah? Aku mengikuti Key yang keluar kelas, lalu aku menepuk bahunya. Ia kaget saat melihatku. Kenapa dia? “Aku pulang bersamamu?” tanyaku pelan. Ia tersenyum sinis.
“Kau mau melihatku dihajar eomma karena tidak membawamu pulang bersamaku?” balasnya, aku menggeleng.
“Tentu saja aku tidak ingin melihatmu mati dihadapan ahjumma.” sangking kesalnya pada Key, aku sampai menyematkan kata mati pada kalimatku.
“Mati? Terserahlah.” ia meninggalkanku. Namun salah satu temannya tidak mengikuti Key. Ia terus menatapku.
“Kita belum berkenalan ya? Aku Lee Jinki, panggil saja Onew.” aku tersentak mendengar panggilan namja itu.
“Onew? Apalagi itu? Namja itu menyuruhku memanggilnya Key, dan sekarang kamu menyuruhku memanggilmu Onew. Kalian punya panggilan yang aneh-aneh ya?” (dihajar fans key n onew).
“Sudahlah. Sepertinya kau harus cepat, kalau tidak Key akan meninggalkanmu.” tutur Onew sambil menunjuk ke ujung lorong. Key sudah menghilang. Akupun segera pergi mencarinya.

+ + +

Saat makan malam, berkali-kali ahjumma memanggil Key. Tapi brandalan itu tidak muncul-muncul juga. Ahjusshi mengecek ke kamarnya, lalu ke kamar kerjanya, namun Key tidak ada disana. “Aduh, Key kemana sih?” Ahjumma terlihat kawatir, aku jadi ingin mencarinya, lalu kuhajar anak itu. Malam-malam begini menyusahkan saja!
“Biar aku yang cari keluar, ahjumma.” kataku lalu pergi ke pintu depan.
Aku ini benar-benar bodoh. Kenapa aku menawarkan diri untuk mencari Key? Dunia ini LUASSS, aku harus cari dia dimana? Oh, disitu kau rupanya. Aku ralat, dunia ini SEMPITT, karena aku menemukan Key sedang berayun-ayun di ayunan taman.
“Key, sedang apa kamu disini? Ahjumma mencarimu.” Key menoleh lalu menatapku terus. Matanya tidak berpaling kemana-mana. Aku jadi salting nih, cepat-cepat aku menyadarkannya.
“KEY!” teriakku, ia terlompat kaget.
“Apa-apaan sih?!” bentaknya tak mau kalah.
“Kamu gak denegr tadi aku ngomong apa?” tanyaku, kali ini lebih lembut.
“Anni.” heuhhh, kuhajar aja kali ya. “Aku pengen disini sebentar.” Aku duduk diayunan sebelahnya.
“Kau sudah tau belum?” tanya Key.
“Apa?”
“Dulu aku pernah disakiti seorang yeoja.”
“Lalu?”
“Dia benar-benar merasa tidak bersalah. Dia bilang aku terlalu akrab dengan yeoja lainnya, jadi dia selingkuh.”
“Babo, yeoja itu. Bisa-bisanya nyakitin kamu.” jawabku sekenanya. Key malah menatapku.
“Apa semua yeoja begitu?”
“Tentu saja tidak.”
“Kalau kamu?” aku diam sejenak. Perlahan, aku menoleh kearah Key. Ia tengah menatapku penuh arti. Matanya benar-benar indah. Aku memutuskan untuk tidak menjawabnya. “Ya, aku bertanya padamu.” tegur Key, aku bediri lalu menoleh padanya.
“Cari tau jawabannya sendiri.” jawabku, lalu aku pergi meniggalkannya.

Author POV

Sudah sebulan Key tinggal dengan Sunghee, dan ahtinya pun semakin luluh dengan segala sifat Sunghee, Key menjadi tidak kasar lagi dengannya, malah lama kelamaan ia makin manis dimata Sunghee.
“Key, ayo makan.” panggil Sunghee pada Key yang sedang main PS.
“Bentar, tunggu menang dulu.” jawab Key santai, Sunghee menghela nafas. “Bawa aja makananku kesini.” lanjutnya, Sunghee jadi merasa seperti pembantu saja. Saat ia hendak pergi mengambil makanan, Key berkata lagi, “Kamu ikut makan denganku saja disini.” Sunghee langsung bersemangat. Entah kenapa sekarang Sunghee senang sekali jika harus bersama Key.
Saat Sunghee membereskan peralatan makan mereka, dan Key sedang membereskan PS dan kase-kasetnya, HP Sunghee berbunyi. Tertulis nama Lee Jinki dilayarnya, Key sempat bingung karena Sunghee hanya menatap HP-nya, namun akhirnya Sunghee menjawabnya.
“Sunghee imnida.”
“Ini aku, Onew.”
“Iya, ada apa, Onew?” Key tersentak, nama sahabatnya disebut-sebut.
“Besok kau ada acara pulang sekolah?”
“Anni. Waeyo?”
“Aku mau mengajakmu jalan-jalan.”
“Tapi aku kan harus pulang dengan Key.” lagi-lagi Key tersentak.
“Nanti biar aku yang bilang padanya. Sampai besok.”
Key memandang Sunghee penuh tanya. “Onew?” tanyanya.
“Ne.”
“Waeyo?”
“Anni.” setelah itu Key tidak bertanya-tanya lagi.

Sunghee POV

Pagi ini aku langsung mencari Onew. Entah, sikap dia padaku sangat berbeda dengan sikap Key padaku. Onew itu selalu tersenyum, menyapaku, dan membantuku. Apa maksud dari semua ini?
Sangking sibuknya berpikir, aku menabrak seorang namja yang tak lain adalah KEY!? “Hey, matamu ada dimana? Kalau jalan matanya dipasang dong!” serunya kesal. Rupanya ia sedang bersama keempat temannya, Minho, Taemin, Jonghyun, dan siapa lagi kalau bukan orang yang aku cari sejak tadi, Onew.
“Mian, lagi gak konsen.” jawabku seadanya.
“Kata Onew, kalian pulang bareng hari ini?” tanya Key tiba-tiba, aku hanya bisa mengangguk. Key terlihat kecewa lalu pergi menunggalkanku. Temannya pun menyusul kecuali Onew.
“Kau sudah membicarakannya?” tanyaku pada Onew yang sejak tadi senyum-senyum.
“Dia sepertinya cemburu. Lihat saja wajahnya, mendung sekali. Hahaha,” Onew tertawa sedangkan aku malah merasa bersalah pada Key.

+ + +

Onew benar-benar pintar memperlakukan yeoja. Ia mengajak pulang jalan kaki. Membelikanku es krim, saat tali sepatuku terlepas, ia yang membetulkannya, waktu menyebrang, ia menggenggam tanganku. Semua itu sudah membuatku bingung. Lagi-lagi aku ingat Key. Jadi sekarang ada dua namja yang berada di otakku, Onew dan Key.
“Kau mau minum kopi?” tanyanya tiba-tiba. “Ada kedai kopi didekat sini dan kopinya pun enak. Kau mau mencobanya?” lanjutnya.
“Ne,”
“Kalau begitu kita lewat jalan pintas saja.” seru Onew lalu menarikku masuk ke sebuah gang yang tidak terlalu besar. Aku mulai merinding. Tidak sengaja aku menggenggam tangan Onew erat sekali.
“Apa kau yakin?” tanyaku.
“Yakin apa?”
“Apa kau yakin ingin lewat sini?” ulangku, Onew hanya tertawa mendengar pertanyaanku.
“Memangnya kenapa? Aku sering lewat sini kok! Tidak akan ada apa-apa.” namun Onew salah besar. Dari arah berlawanan, sekelompok namja yang berpenampilan berantakan berjalan kearah kami.
“Hey, kalian! Ini daerah kami. Tidak ada yang boleh pacaran disini!” seru salah seorang.
“Biarkan kami lewat.” ujar Onew datar.
“Mwo? Semudah itukah? Kamu sudah berada disini jadi kamu harus keluar dalam keadaan cacat.” apa? Cacat? Aku melirik ke arah Onew, ia menatapku diam.
“Aku akan melindungimu.” bisiknya tepat ditelingaku. “Selagi aku menghajar orang-orang ini, kau harus lari ya.” bisiknya lagi. Tapi aku sudah terlanjur takut, bingung mau bagaimana lagi.
Onew pun berlari kearah kerumunan itu dan mulai menghajar mereka satu persatu. Namun ia kalah banyak. Dengan cepat, mereka dapat memlumpuhkan Onew. Lalu salah satu orang disana menghampiriku. Aduh, aku lupa kalau aku harus lagi. Terdengar Onew meneriakiku.
“LARI, BODOH!” sebelum orang itu menarikku aku lari sekencang mungkin, namun terlambat. Ia langsung menghadangku.
“Hey, kau mau mengucapkan kata-kata terakhir untuk pacarmu itu?” tanya namja itu.
“Jangan sakiti dia! Dia milik sahabatku!” seru Onew yang sudah berlumuran darah. Ia dihajar habis-habisan.
“Lalu kalau ini milik sahabatmu, kenapa kau bawa-bawa? Menyusahkan saja.” seru namja yang berada dihadapanku ini. “Cantik juga kau,”
“Jangan benari dekat-dekat denganku. Atau Key akan menghajarmu.” tuturku ketakutan.
“Key? Siapa dia? Pacarmu? Hahaha, babo!” namja itu mulai mendekatiku dan aku tidak bisa lari kemana-mana.
“KKKKKKKEEEEEEEEEEEYYYYYYYYYY!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

to be continued ^_^

rame gak ?? maaf kalo ga rame.

Advertisements
Comments
  1. cathy says:

    onnie lanjutin dong ffnya , penasaran nih hehe 🙂

  2. dheika says:

    admin,ffnya seru,blh aku maskin ke page q gag?
    Pleasd reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s