My Class President My Love (FF ZE:A)

Posted: 13 July 2010 in Fans Fiction, ZE:A
Tags:

Title: My Class President My Love
Author: Summer
Date: 13 July 2010
Casts: Jung Heechul, Cho Sunghee, Kim Dongjoon, Moon Junyoung, Kim Kevin, Hwang Kwanghee, Im Siwan, Kim Taehun, Ha Minwoo, Park Hyungsik

Pagi itu, disekolah sudah ada keributan. Kim Dongjoon berkelahi dengan Jung Heechul dikoridor kelas mereka. Masalahnya, mereka sama-sama menyukai ketua kelas mereka, Cho Sunghee. Heechul memergoki Dongjoon yang sedang mencuri perhatian Sunghee. Padahal
Dongjoon tau, Heechul menyukai Sunghee. Mereka yang asalnya teman dekat, menjadi musuh.

Mereka berenam menjadi terbagi dua, Heechul, Junyoung, Hyungsik, dan Minwoo, lalu Dongjoon, Kwanghee, Siwan, dan Taehun. Mereka berenam itu sekelas. Setelah keributan pagi itu, Dongjoon dan Heechul dimarahi Sunghee habis-habisan.

“Kalian itu nanti mau jadi apa sih? Berantem aja kerjaannya, padahal kalian kan temen.” Kata Sunghee dengan muka masam. Dongjoon hanya meringis kesakitan, dan Heechul pura-pura tak peduli. “Kalian itu bikin malu aku tau gak, kalo anak kelasnya yang bikin masalah, ketua kelas yang dimarahin! Kalo kalian punya masalah, selesaiin baik-baik dong, jangan pake kekerasan.”

“Mianhae, Sunghee-ah. Dia yang mulai duluan.” Dongjoon melirik kearah Heechul yang sudah menatapnya tajam.

“Kamu yang cari masalah!” Heechul mau menghabisi Dongjoon lagi, namun ditahan oleh Sunghee.

“Sudah, kalian ini. Heechul-ah, bisa kita ngomong sebentar ?” Heechul mengangguk lalu mencibir kearah Dongjoon. Sunghee aja maunya ngomong ama aku kok, bukan kamu. Batin Heechul dalam hati.

“Heechul-ah, kalian ada masalah apa sih?” tanya Sunghee lembut, Heechul bersorak dalam hati.

“Tau gak, sebenarnya kita itu ngerebutin cewek.” Jawab Heechul cuek. Sunghee tertegun.

“Kalian ngerebutin cewek sampe segitunya? Mending kalian cepet-cepet maafan, nanti kalo cewek yang kalian rebutin sampe tau, bisa-bisa dia gak terima satupun dari kalian.” Saran Sunghee tanpa memedulikan cewek yang Dongjoon dan Heechul rebutkan.

“Kamu gak penasaran siapa cewek itu?” tanya Heechul heran. Sunghee hanya menggeleng, lalu pergi.

Seminggu kemudian, tidak ada lagi perkelahian antara Heechul dan Dongjoon. Heechul takut, Sunghee akan semakin kesal padanya. Tapi ia makin susah menahan diri, karena Dongjoon masih saja mendekati Sunghee. Dan Sunghee pun terlihat senang saat bersamanya.

Junyoung kesal melihat Heechul yang memilih melihat dari jauh daripada mendekati Sunghee. “Heechul-ah, sampai kapan kamu mau begini terus? Kamu mau Dongjoon yang mendapatkannya?” tanya Junyoung.

“Molla, aku tidak tau harus berbuat apa.”

“Dekati Sunghee, dan jangan biarkan Dongjoon bersamanya. Ayo sekarang, mumpung Sunghee lagi sendiri tuh!” Junyoung mendorong Heechul kearah Sunghee berada.

“Sunghee-ah…” panggil Heechul bingung.

“Waeyo?”

“Aku tidak bisa mengerjakan tugas sekolahku, mau bantuin gak?” tanya Heechul asal.

“Boleh aja, kapan?” Sunghee mengiyakan tanpa curiga.

“Nanti pulang sekolah disini, bisa?” tanya Heechul, Sunghee mengangguk. Heechul kembali kebangkunya sambil senyum-senyum.
Diam-diam, Dongjoon menyaksikan mereka tadi, namun ia tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

“Kamu kenapa?” tanya Junyoung yang heran melihat Heechul yang terus cengar-cengir sejak tadi.

“I’m fine,” akhirnya bel pulang yang ditunggu Heechul sejak tadi berbunyi. Junyoung mengajaknya pulang namun ia tidak menghiraukannya. “Pulang duluan aja.”

Tiba-tiba…,”jadi belajarnya?” Sunghee muncul didepannya, Heechul hampir menghindar, untungnya tidak jadi. Heechul-pun mengangguk.
2 jam berlalu, mereka terbawa suasana belajar yang menyenangkan.

Karena hal ini, Heechul menjadi manis dimata Sunghee, diam-diam Sunghee mulai menyukainya. Lalu, Heechul menanyakan sesuatu yang tidak ia duga, “kau sudah punya pacar?”

“Belum, waeyo? Kamu pasti sudah punya ya?” balasnya menggoda.

“Memangnya siapa yang mau sama aku?”

“Cewek yang kamu rebutin sama Dongjoon gimana jadinya?” rupanya
Sunghee masih mengingat hal itu.

“Entahlah.” Heechul melirik jam dinding. “Kamu tidak mau pulang?” tanya Heechul.

“Wah, sudah jam segini, bisa-bisa aku telat kerja sambilan.” Sunghee membereskan buku-bukunya, namun ada satu buku yang terjatuh dari meja. Heechul hendak mengambilnya, Sunghee pun bermaksud sama, dan jadinya tangan mereka bersentuhan. Keduanya menarik tangan, lalu Heechul yang mengambil bukunya.

Heechul dan Sunghee berjalan berdampingan. Heechul sibuk dengan pikirannya begitu juga Sunghee. “Sunghee-ah, besok kau ada acara?” tanya Heechul akhirnya.

“Pagi harus kerja, siang bimbingan belajar, sore…senggang. Waeyo?”
“Aku mau membeli kado untuk cewek itu, tapi aku tidak tau harus membeli apa, bisakah kau menemaniku?”

“Sore ya, bisa-bisa aja kok. Aku tunggu ditempat bimbinganku ya, kamu tau kan tempat bimbingan dekat sekolah?” tanya Sunghee meyakinkan. Heechul mengangguk. Mereka pun sampai ditempat kerja
Sunghee, sebuah cafe. “Kau sudah makan siang?” tanya Sunghee, Heechul menggeleng. “Masuklah dulu, akanku traktir kau makan.”

“Tidak usah, kamu kerja saja, aku pulang dulu.” Sebenarnya Heechul tidak bersedia menolak, namun ia memang harus pergi. Sunghee pun agak kecewa. Heechul pun berjalan menuju halte bus.

Sore itu, Heechul tampak tampan dengan bajunya. Ia menunggu Sunghee didepan pintu masuk. Tak lama kemudian, Sunghee muncul.
Namun ia tidak sendiri, ia bersama Dongjoon! Kemarahan Heechul sempat bangkit, namun ditahannya karena itu bisa membuat Sunghee tidak menyukainya.

“Heechul-ah, sudah lama?” tanya Sunghee seraya berlari kearahnya. Dongjoon ditinggalkannya begitu saja.

“Lama sekali…, kakiku pegal-pegal karena menuggumu.” Canda Heechul berpura-pura capek, Sunghee memukul bahunya lembut.

“Dongjoon-ah, aku pergi dulu ya.” Pamit Sunghee seraya melambaikan tangan. Dongjoon sebenarnya ingin menahan, namun Sunghee dan Heechul sudah terlalu jauh.

Ditoko hadiah, Sunghee merekomendasikan beberapa barang yang menurutnya pantas untuk cewek. Dan akhirnya mereka memilih sebuah boneka kucing berwarna coklat, matanya pun coklat. Sunghee bilang, boneka itu mirip dengan Heechul. Tanpa sepengetahuan Heechul,
Sunghee membeli sebuah gantungan hp sepasang, berbentuk muka kucing.

Mereka menghabiskan waktu mereka hingga malam. Kini, mereka tengah duduk di bangku taman kota, sambil memakan es krim. Heechul sibuk berpikir, Apakah aku harus memberikannya sekarang? Tapi aku rasa itu terlalu cepat.

Saat Heechul hendak membuka mulut, Sunghee sudah menanyainya duluan, “Heechul-ah, sebenarnya ini hari ulang tahunmu kan?” Heechul tersentak, ia sendiri lupa dengan hari ulang tahunnya.

“Dari mana kau tahu?”

“Buku identitas siswa. Kau lupa?” tanya Sunghee heran. Lalu ia tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya. “Chukkae,” ternyata sebuah hadiah, Heechul langsung membukanya dan ternyata hadiah itu adalah gantungan yang tadi dibeli Sunghee.

“Gomawo,” ucap Heechul kebingungan.

“Itu satu lagi buat cewek yang kamu rebutin sama Dongjoon itu.” Tutur Sunghee agak sakit hatinya, Heechul hanya menatapnya.

“Kalau begitu…”Heechul membuka plastiknya dan menyerahkan gantungan yang satu lagi pada Sunghee, “ini untukmu.”

“Kenapa untukku?”

“Sebenarnya…, kaulah cewek yang kurebutkan dengan Dongjoon.” Jelas Heechul, Sunghee hanya diam menatapnya, Heechul merasa bersalah. “Mianhae, Sunghee-ah. Jika kau tidak suka padaku, gwaenchana.” Lanjut Heechul tertunduk. Sunghee yang masih tidak percaya. Pergi begitu saja meninggalkan Heechul, namun ia membawa gantungan itu.

Dikamar Sunghee, ia hanya bisa menangis. Entah tangis bahagia atau sedih. Masalahnya adalah, ia juga menyukai Heechul, namun mau bagaimana pun juga, anak itu sudah bukan orang baik-baik lagi, hanya karena memperebutkan Sunghee, ia sampai membuat masalah dengan
Dongjoon.

Hp-nya berbunyi, ada sebuah pesan masuk. Dari Heechul.

Sunghee-ah, waeyo? Kamu pergi gitu aja. Aku ditinggal sendiri disini, aku kan takut. >_<
Kau marah padaku? Atau sebenarnya kau sudah punya pacar baru? Apakah itu Dongjoon?
Kumohon keluarlah sebentar, aku ada didepan rumahmu. ^^

Sunghee segera membuka jendela kamarnya, namun tidak ada orang satupun disitu. Lalu Hp-nya berbunyi lagi.

Kalau kau memaafkanku, baru aku akan ada didepan rumahmu ^_^ hehehe
Besok sekolah ya, kita harus ngomong.

Sunghee kesal dibuatnya, Heechul membohonginya. Namun ia merasa bersemangat untuk sekolah besok.

Pagi itu Sunghee melangkah menuju kelas, Dongjoon berada dikoridor sendirian, lalu ia menghampiri Sunghee. “Pagi, Sunghee-ah!” sapanya.
Sunghee tersenyum lalu melanjutkan langkahnya menuju kelas. Ia melihat Minwoo yang terbelalak melihatnya, dan langsung berlari masuk kelas. Kenapa dia? Tanya Sunghee dalam hati.

Sunghee ragu-ragu untuk membuka pintu kelas, ia kepikiran dengan tatapan Minwoo tadi, apa jangan-jangan nanti kalau aku buka pintu ada seember air menimpaku? Tiba-tiba Dongjoon menepuk bahu Sunghee, lalu membuka pintu kelas dengan santai. Dengan kompak, Kevin, Junyoung, Hyunsik, dan Minwoo, menarik Dongjoon. Sunghee tersentak.

“Dongjoon-ah, kau mengganggu acaraku.” Seru Heechul sambil menepuk punggungnya. Lalu ia melangkah mendekati Sunghee yang masih diluar. “Sunghee-ah…” ucapnya lalu menarik Sunghee hingga sampai didalam kelas. Anak-anak sekelas menyaksikannya.

“Lihat apa yang aku lakukan,” lanjutnya seraya mengeluarkan hp-nya. Gantungan dari Sunghee sudah dipasang. “Aku sudah memasangnya, gomawo…” Dongjoon kecewa melihatnya. Ia tahu gantungan itu dari Sunghee. “Tapi ini masih kurang,”

“Apa maksudmu?” tanya Sunghee gugup.

“Aku boleh minta sesuatu?” tanya Heechul dengan senyum manisnya.

“Apa?”

“Aku mau kamu jadi pacarku. Kamu seorang yang spesial buat aku. Aku gak akan pernah serahin kamu ke Dongjoon, jadi terima ya?” pinta Heechul, anak lainnya hanya cekikikan melihat tingkah Heechul yang lain dari biasanya.

Sunghee sudah tau perasaannya, ia menyukai Heechul, dan sekarang, ia harus menerimanya dan semua itu akan selesai. Tidak ada lagi yang akan membuat hatinya sakit. Heechul membungkuk dihadapannya, lalu mencium tangannya. Sunghee pun ikut menunduk. “Gomawo, Heechul-ah. Aku terima kamu.” Sekelas bersorak. Hanya Dongjoon yang muram, ia pergi meninggalkan kelas.

Heechul merangkul Sunghee, lalu mencium keningnya. “Oh iya, ini untukmu.” seru Heechul sambil menyerahkan boneka kucing itu. Tanpa dibungkus.

“Dan kau harus tau apa yang aku lakukan,” Sunghee mengeluarkan hp-nya, dan ternyata gantungannya juga sudah dipasang.

Lalu bagaimana dengan Dongjoon? Ia merasa bersalah dan kembali menjadi teman Heechul.

The End ^^

Gimana rame gak ??? Ini ff pertamaku. Komen ya !! ^^

Advertisements
Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s